|
Jumat, 25 Juli 2008 |
|
The Jakarta Post | Thusday, 05/29/2008 | by Ary Hermawan Does atheism sell in Indonesia, the world's largest Muslim country and home to such bigoted religionists as the Bali bombers? Will it ever have a place in a "God-fearing" society whose forefathers had unanimously decided to place the Abrahamic doctrine of the Unity of God as its first national credo? |
|
|
Rabu, 09 Juli 2008 |
|
Sinar Harapan | Sabtu, 5/7/2008 | Oleh Sihar Ramses Simatupang Jakarta – Mereka yang terbiasa memadukan bahasa puitik dan bahasa deskriptif ala Ayu Utami, Nukila Amal, dan Linda Christanty akan menemukan kepincangan dalam membaca novel Lanang karya Yonathan Rahardjo. Namun, abaikan itu semua maka lama-kelamaan kita akan terseret ke dalam irama penataan tegangan dan pengelolaan jaringan tematik yang pelik. Novel ini sesungguhnya mendalam, sangat imajinatif dan mengesankan. |
|
|
Rabu, 09 Juli 2008 |
|
Suara Pembaruan | Senin, 7-7-2008 JAKARTA] Novel berjudul Lanang karya Yonathan Rahardjo terpilih sebagai pemenang lomba fiksi yang Dewan Kesenian Jakarta tahun 2006 lalu. Yonathan Rahardjo dianggap banyak memiliki kemampuan puitik dan deskriptif, ada memiliki perbedaan dengan kecanggihan gaya memadukan bahasa ala Ayu Utami, Nukila Amal dan Linda Christanty. |
|
|
Sabtu, 18 Februari 2006 |
|
Kompas | Sabtu 18 Februari 2006 Kenaikan harga bahan bakar minyak telah memengaruhi semua sektor perekonomian masyarakat, termasuk sektor penerbitan buku. Dampaknya terhadap penerbit menyangkut tiga hal, yaitu kenaikan biaya produksi, biaya distribusi, dan meningkatnya ongkos transportasi bagi karyawan penerbitan. |
|
|
Senin, 26 Desember 2005 |
|
Majalah TEMPO | Edisi Setahun Tsunami
MEREKA YANG MEMBUKA KEMUNGKINAN Erik Prasetya, Eko Nugroho, Nukila Amal, dan Joko Anwar menghasilkan karya-karya yang oleh majalah ini dianggap terbaik sepanjang 2005. Karya-karya inspiratif yang membuka jalan baru sangat ditunggu dalam kesenian kita. Lebih kurang 40 tahun lalu, Iwan Simatupang menyebut: melahirkan kesegaran imajinasi adalah tantangan Indonesia di masa depan. Yang diperlukan, penjelajahan-penjelajahan bentuk dan gagasan sebuah karya seni yang dapat mengilhami orang membayangkan kemungkinan-kemungkinan ke depan. |
|
|