You are here Info Buku Kata-kata yang Membangkitkan Asa

Kata-kata yang Membangkitkan Asa

Surel Cetak PDF

Resensi Sejuta Surat Cinta karya Jodi Ann Bickley

Harian Nasional | Minggu, 30 November 2014 | Lusiana Dewi


Barangkali hanya Peter Parker yang beruntung karena gigitan serangga. Dia kemudian bisa berubah menjadi manusia superhero, Spiderman, meskipun itu hanya cerita fiksi. Di dunia nyata, digigit serangga justru mustahil bisa mengubah seseorang menjadi superhero. Hal itu sebagaimana yang dialami oleh Jodi Ann Bickley yang terpapar dalam buku berjudul “One Million Lovely Letters”. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul buku “Sejuta Surat Cinta”.

Dalam buku tersebut, Jodi menuliskan memoar kehidupannya. Kehidupannya memang tidak bisa dibilang nyaman. Orangtuanya harus berpisah lantaran mereka bercerai. Sang ayah yang ugal-ugalan, tidak bertanggung jawab terhadap keluarga, bahkan kepada Jodi sebagai anaknya. Kehidupan pun berjalan dengan suasana yang jauh dari posisi nyaman hingga Jodi berusia dewasa.

Singkat cerita, Jodi digigit oleh seekor binatang yang termasuk dalam jenis spesies serangga. Ya, Jodi digigit oleh serangga yang bernama tungau. Tungau merupakan jenis kutu kecil yang berwarna merah yang sering terdapat pada kulit ayam atau lain sebagainya. Tidak disangka bahwa gigitannya bisa membuat Jodi merasa hampir mati. Dokter pun memvonis bahwa Jodi mengidap infeksi otak akut akibat gigitan serangga bernama tungau tersebut. (hlm. 33).

Dalam sakitnya itu, hari-hari Jodi diisi dengan hal-hal yang membuatnya frustrasi. Dia tidak lagi bisa bekerja. Jangankan bekerja, berjalan saja susah. Salah satu kakinya tidak bisa digerakkan. Syaraf antara otak dan kaki kanannya bahkan tidak tersambung dengan baik sehingga ketika otak memerintahkannya berjalan, kakinya tidak bisa diajak berkompromi.

Hari-hari putus asa itulah yang membuatnya gemar menulis surat. Dia menulis surat untuk orang-orang yang berada di dalam kehidupannya. Dia menulis surat untuk ibunya, adiknya, pacarnya, mantan pacarnya, sahabatnya, dan orang-orang yang dikenalnya. Bahkan, perawat baik hati yang merawatnya di rumah sakit dan memberikan ketenangan pun masuk dalam objek suratnya.

Siapa yang menyangka bahwa surat-surat yang dia tulis dalam keadaan putus asa itu justru membuat dirinya termotivasi. Terlebih lagi, ada orang yang mengirim surat kepadanya atau orang yang membalas suratnya. Semangatnya pun bangkit. Hidupnya semakin menjadi berarti dengan itu .

Padahal, hari-harinya dilalui dengan rasa putus asa karena memang berat untuk ditanggung. Selain karena sakit akibat infeksi otak akut yang disebabkan oleh gigitan tungau tersebut, Jodi juga berasal dari keluarga yang bisa dikatakan tidak menyenangkan.

Jodi menganggap dirinya sebagai orang yang terbuka. Dia pun menganggap bahwa pada dasarnya semua orang itu baik. Jadi, ketika mereka tidak seperti yang diharapkan oleh Jodi, ketika orang mengatakan hal-hal yang melukai dan menindas, hal itu membuatnya rentan..

Kekuatan Jodi ketika itu memang bukan fisiknya. Akan tetapi, kata-kata yang dituangkannya dalam bentuk surat, sungguh menjadi keajaiban tersendiri yang memotivasi dirinya untuk bangkit dari berbagai hal yang membuatnya terpuruk, termasuk infeksi otak yang dideritanya.

Dengan motivasi dari sejumlah surat itu, Jodi melakukan gebrakan dalam hidupnya. Kekuatan pun muncul untuk menghidupkannya. Dia bangkit, dia menatap masa depan, dia meraih asa, dan dia akhirnya bisa berjalan secara normal.

Hidup, menurut Jodi, bisa benar-benar mematahkan hati. Kematian, penyakit, kekurangan uang, sebuah gigitan tungau—hidup tahu bagaimana melemparkan semuanya kepada kita. Namun, tidak ada yang lebih menakutkan daripada kekuatan pikiran kita sendiri. Tak seorang pun tahu ketakutan dan keraguan kita sebaik diri kita sendiri dan dihantui ketakutan serta keraguan itu membuat kita lebih berantakan dibandingkan hal lain. (hlm. 246).