You are here Info Buku Menyusuri Byzantium dari Abad ke Abad

Menyusuri Byzantium dari Abad ke Abad

Surel Cetak PDF
Resensi Buku Sultan Byzantium karya Selcuk Altun

Kabar Madura | Rabu, 28 September 2016 | Ngarjito Ardi Setyanto

Novel ini menceritakan sebuah kota yang memiliki peradaban yang luar biasa. Nama kota tersebut adalah Byzantium. Kota ini meletakkan dasar-dasar modernism. Ia memprakarsai lembaga sosial negara. Ia mendisiplinkan sekotor militer, pendidikan, keuangan, hukum dan teknologi Kota ini juga dibalut dengan kesenian, olahraga dan hiburan lainnya sebagai bagian integral dari kehidupan. Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya, ia juga membentuk organisasi-organisasi demi meningkatkan kesehatan, perencanaan kota, kerajinan, gaya busana, perhiasan, dan tata cara sosial.
Sebagai kota modern dan panutan dengan kota-kota yang lain, ia mempengaruhi wilayah tetangganya dalam hal ilmu pengetahuan, budaya, dan seni. Dalam sejarah juga menatat bawa para cendekiawan Byzantium yang menyebar ke Eropa setelah jatuhnya Konstantinopel memprakarsai Abad Pencerahan. Byzantium memang memiliki wilayah yang kecil, tetapi memiliki tata kota yang baik. Sehingga musuh-musuh Byzantium sulit untuk mengambil kekuasaan pemerintahan. Salah satu cara yang dilakukan Konstantin dalam menjaga kedaulatan Byzantium adalah menggunakan tembok-tembok raksa untuk membentengi kekuatan dari luar.
Masa kejayaan Byzantium mulai luntur ketika dipegang oleh Konstanti XI. Pada masa ini kota yang terkenal dengan kekuatan ekonomi, pengetahuan dan militer mulai keropos. Pasukan telah kehilangan kekuatan pertahanannya, dan rakyat, dalam kesulitan ekonomi yang parah dan merasa gelisah. Keadaan ini kemudian dimanfaatkan oleh pasukan Turki Utsmani untuk mengambil alih pemerintahan. Apa yang dilakukan pasukan Utsmani berhasil sehingga mampu membawa 53.000 warga sipil dan prajurit sebagai budak. Tetapi kematian Konstanti XI tidak dipercayai oleh semua pihak, termasuk pasukan Turki Utsmani. Sang Konstantin XI dinyatakan tewas dalam serangan tersebut, agar prajurit dan rakyat Byzantium menerima kekalahan tersebut.
Namun, pada kenyataan kaisar berhasil meloloskan diri menggunakan kapal Genoa, sang kaisar berhasil memalsukan kematiannya pada pasukan Turki Utsmani, dan menjuluki dirinya sebagai Kekaisaran Abadi. Setelah lima abad menghilangnya sang kaisar, tiga orang misterius, merupakan bagian dari anggota Nomo. Nomo merupakan organisasi keturunan atau penjaga warisan kekaisaran Byzantium. Para anggota Nomo menyatakan bahwa penerus kekuasaan Byzantium tersebut adalah seorang profesor muda dari Turki.
Dari sinilah cerita mulai menari, sebab pembaca akan dibawa dalam imajinasi dan konsentrasi yang sangat tinggi. Di mana penulis menggunakan alur maju-mundur tanpa ada sekat antara cerita kini dan dulu. Di mana menceritakan seorang profesor muda yang tinggal di Istanbul merupakan keturunan Kaisar Massimo d’Urbino Sultan dari Byzantium. Tugas organisasi Nomo untuk mencari atau memilih seorang kaisar dari silsilah keluarga dari keturunannya sendiri.
Pada waktu itu, Konstantin memiliki anak tunggal bernama Irene, dari sini kemudian organisasi harus memilih salah satu cucunya yang terpilih. Tidak ada yang ditugaskan untuk melaksanakan salah satu tugas ini, kecuali dia telah menjadi kaisar pilihan dan dengan demikian menjadi yang terpilih. Dari proses ini, alur novel ini terbangun dengan baik. Di mana sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah orang pertama.
Profesor muda yang ditunjuk sebagai kaisar pilihan tersebut menceritakan dirinya sendiri dalam plot novel ini. Novel ini menceritakan bagaimana profesor muda ini sebagai seorang profesor ekonom dengan gaji begitu tinggi rela meninggalkan pekerjaannya demi mempelajari Byzantium agar iya percaya dia memiliki keturunan dari Konstanti XI. Dalam pencarian ini ia menceritakan dengan sangat detail bagaimana lingkungan sekitarnya daerah Eropa dengan memperpadukan ilmu sejarah. Dalam pencarian ini, kemudian ia bertemu dengan anggota-anggota Nomo.
Dan ternyata anggota Nomo dan keluarganya merupakan orang-orang yang memiliki perusahan yang besar-besar di berbagai belahan dunia. Ketika dalam pencarian ini, profesor mudah di dorong untuk mengembalikan kekuasaan Byzantium seperti dulu; menguasai peradaban dunia. Dorong dari anggota Nomo ini tidak mudah diterima oleh profesor. Dalam dialog ini kemudian pembaca akan dibawa dalam dunia emosi dan sejarah. Tidak hanya dialog, tetapi sejarah mengenai kenapa berdirinya Byzantium sampai robohnya disajikan dengan bahas yang sederhana tetapi penuh dengan emosi.
Pada akhir cerita, profesor dan anggota Nomo bersepakat agar bekerja sama dalam mengembalikan kejayaan Byzantium. Tetapi kejayaan di sini bukan untuk menguasai, melainkan untuk mengembalikan bahwa Byzantium merupakan salah satu kota yang mengubah cara pandangan dunia mengenai cara bernegara yang baik. Benar, apa yang dikatakan WorldLiteratureToday.org bahwa novel ini sejajar dengan karya-karya sastra dunia. Bangunan plotnya nan cemerlang dan menawan menarik perhatian pembaca dan sastra dunia. Dalam novel ini memperpadukan antara kini dan masa lalu sehingga pembaca akan terbawa dalam alur cerita novel ini.