You are here Info Buku Mengungkap Fakta Sejarah yang Tersembunyi

Mengungkap Fakta Sejarah yang Tersembunyi

Surel Cetak PDF

Resensi buku Sejarah Dunia yang Disembunyikan karya Jonathan Black

Radar Sampit | Minggu, 23 Oktober 2016 | Arinhi Nurcheca


Pernahkah Anda berpikir bahwa sejarah yang selama ini diajarkan di bangku sekolah bukanlah fakta yang seharusnya? Dalam hal ini, keberanian Mark Booth---nama asli dari Jonathan Black---patut diacungi jempol. Buku dengan judul asli The Secret History of The World karyanya telah melewati waktu selama dua puluh tahun untuk kemudian menjadi buku yang kontroversial.

“Saya sedang mencari sebuah petunjuk yang ringkas, bisa dipercaya, dan benar-benar jelas tentang ajaran-ajaran rahasia sejak dua puluh tahun lebih. Saya memutuskan untuk menulis sebuah buku sendiri karena menjadi yakin buku semacam itu tidak ada.” (Halaman 9)

Hal pertama yang menarik perhatian adalah kesan eksklusif motif emboss pada sampulnya yang dihiasi aneka simbol pagan. Juga endorsement bertulis, “Senilai seluruh perpustakaan dalam satu buku.” Lebih dari cukup untuk menggugah rasa ingin tahu. Kita diajak berpetualang mengupas teori evolusi, mitologi Yunani sampai Mesir Kuno, menelusuri jejak Freemason dan Illuminati, hingga sejarah berbagai agama di bumi. Diperkuat dengan ilustrasi untuk memperjelas materi. Mungkin tak pernah terlintas dalam benak, bahwa ada perkumpulan rahasia yang berkonspirasi untuk menguasai dunia, salah satunya dengan memanipulasi sejarah.

Dalam sejarah rahasia, evolusi spesies bahkan bukan kemajuan seperti yang diduga ilmu pengetahuan. Ada liku-liku yang memiliki implikasi penting sebagai cara memahami fisiologis dan mental kita sendiri. Ada jalan buntu, permulaan palsu, dan bahkan niat penyabotan yang sengaja. (Halaman 106)

“Akan tetapi, mungkin ilmu pengetahuan hanya memperlihatkan apa yang terjadi di permukaan. Mungkinkah hal-hal yang lebih penting terjadi di bawah? Apa yang dilestarikan sejarah rahasia adalah sebuah memori dari pengalaman subjektif, dari pengalaman-pengalaman besar yang mengubah jiwa manusia selama zaman itu. Mana yang lebih nyata? Dan, mana yang mengatakan kepada kita tentang kenyataan dari menjadi manusia dalam zaman itu, yang ilmiah atau yang esoteris yang tersembunyi dalam mitos-mitos kuno? (Halaman 142)

Saya kemudian mencari tahu mengapa buku ini menjadi begitu kontroversial dan menemukan salah satu alasannya saat membaca bab Zaman Islam. Black menggambarkan citra Islam sebagai agama materialis dan radikal. Hal ini dikhawatirkan dapat menyulut kemarahan umat Muslim.

“Dari sudut pandang sejarah Barat konvensional, Eropa dikepung oleh kaum Muslim yang tidak beradab selama bagian terakhir dari Zaman Kegelapan dan berlanjut sampai Abad Pertengahan.” (Halaman 330)

Salah satu hal yang membuat sebuah agama berhasil adalah jika agama itu berguna di alam dunia, yang artinya, jika agama itu memberikan keuntungan material. Perpaduan monoteisme Muhammad dengan metodologi ilmiah dari Aristoteles yang sebelumnya telah merasuki pemikiran Arab, dengan cepat akan mengelilingi dunia dari Spanyol hingga China.” (Halaman 331)

Tak sesuai ekspektasi saya, mengingat jumlah halaman yang terbilang tebal, seharusnya Black mencoba menuturkan sejarah rumit dengan cara yang lebih sederhana. Namun dedikasi Black selama puluhan tahun pada akhirnya membuat kita mengkaji ulang sejarah yang telah kita pelajari. Tak heran jika buku ini masuk dalam jajaran rak sepuluh besar best seller di berbagai toko buku, bahkan menjadi best seller internasional