You are here Info Buku Menyelami Kembali Kisah Muhammad, Nabi untuk Semua

Menyelami Kembali Kisah Muhammad, Nabi untuk Semua

Surel Cetak PDF

Resensi buku Muhammad nabi untuk Semua karya Maulana Wahiduddin Khan

Wasathon | Rabu, 05 Oktober 2016 | Supriyadi


Nabi Muhammad Saw adalah fenomena di dunia ini. Dia adalah tokoh yang berpengaruh dalam sejarah. Sosok nabi yang lahir di Jazirah Arab tersebut mampu membangun peradaban dan pengaruhnya dalam penyebaran agama Islam masih sangat kental terasa hingga saat ini. Ketokohannya disegani dan dihormati. Lebih dari itu, namanya adalah nama yang paling sering disebut untuk saat ini.

Islam yang dibawanya kini telah menembus batas penjuru dunia. Dengan demikian, semakin hari semakin banyak orang yang menghormatinya. Sejarah kehidupannya banyak ditulis, baik oleh ulama maupun penulis sejarah. Tulisan-tulisan tentang perjalanan hidupnya pun sering sekali dibaca oleh khalayak, baik itu dari kalangan umat Islam maupun bukan.

Salah satu tulisan yang menguak sejarah dan perjalanan hidupnya adalah buku yang berjudul “Muhammad; Nabi untuk Semua” ini. Buku yang ditulis oleh Maulana Wahiduddin Khan ini memaparkan beberapa rinci fragmen agung kehidupan sang Nabi Muhammad. Dengan pemaparan naratif, buku ini mengisahkan biografi Nabi Muhammad Saw secara indah.

Dia adalah manusia yang berhias dengan keluhuran budi. Lebih dari itu, dia juga menjadi pencerah budi bagi masyarakat sekitarnya yang ketika itu disebut sebagai masyarakat jahiliah. Prestasinya sangat banyak, salah satunya adalah peristiwa penaklukkan kota Mekkah yang dilakukannya tanpa pertumpahan darah. Setelah itu, dia menghancurkan berhala-berhala dan membersihkan Ka’bah dari berhala-berhala tersebut.

Soal teologi, Islam adalah agama yang dibangun berdasarkan akidahnya yang bersumber dari Tuhannya. Dia menyampaikan risalah tersebut untuk meluruskan teologi umat manusia yang tengah menyimpang. Bahkan, dia berhasil membangun teologi baru tersebut dengan fondasi spritual yang kukuh sehingga Islam bisa bertahan hingga sekarang sebagai agama terbesar di dunia. Lebih dari itu, Islam menjadi agama yang perkembangannya paling pesat di dunia saat ini.

Hal terpenting yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw adalah menyebarkan kalimat-kalimat perintah Tuhan. Penyelidikan terhadap kehidupan pribadinya menunjukkan bahwa perhatian utamanya adalah menuntutun umatnya untuk berjalan di jalan Tuhan. Perhatiannya tertumpah pada tugas ini hingga menyebabkan penderitaan yang tak terkirakan. (hlm. 77).

Dalam arti lain, dia berkorban untuk Tuhannya dalam rupa penyebaran akidah yang lurus tanpa hirauan rasa keinginan yang cenderung sebagai penurutan hawa nafsu. Hal inilah yang membuat Nabi Muhammad Saw sebagai pribadi yang penuh dengan penghormatan. Lebih dari itu, penghormatan kepadanya pun terucap dari lisan-lisan para pengikut ajarannya hingga kini.

Pantaslah ribuan (bahkan jutaan) syair tertulis untuk menyanjungnya. Banyak pula tulisan ilmiah yang menyoroti sisi kehidupannya sehingga kabar tentang dirinya tidak pernah musnah hingga saat ini. Lebih hebatnya lagi, Michael H. Hart menempatkannya sebagai tokoh nomor satu dari seratus orang yang paling berpengaruh dalam arus sejarah di dunia.

Agama yang dibawa Nabi Muhammad Saw merupakan agama kemajuan. Islam terus berkembang yang hal itu dimulai dari Jazirah Arab yang kerontang dan panas. Dari tanah tak subur itulah tumbuh subur teologi ketauhidan Islam yang bertentangan dengan teologi animisme, dinamisme, dan politeisme. Kedatangannya adalah obor pencerahan bagi dunia.

Abad ke-7 merupakan tonggak diulainya periode perubahan sejarah, dengan dimulainya revolusi Islam oleh Nabi Muhammad Saw. Sekarang, proses perubahan mencapai titik puncaknya, para pedakwah agama sejati dapat mengumpulkan setumpuk bukti pendukung melalui pengetahuan umat manusia sendiri. Modifikasi sosial dan hukum membuka kesempatan untuk menyebarkan agama secara bebas dan terbuka. Tidak ada lagi Namrud dan Firaun yang melarang panggilan kebenaran. (hlm. 289).

Padahal, Nabi Muhammad Saw dahulu mendapatkan larangan keras dalam penyebaran Islam. Dia ditentang oleh masyarakat Quraisy Mekkah karena teologinya yang menekankan satu Tuhan, sementara ketika itu Mekkah menjadi pusat ziarah untuk penyembahan banyak tuhan (berhala). Sebagaimana para nabi sebelumnya yang mendapatkan tentangan dari kaumnya, Nabi Muhammad pun demikian adanya.

Akan tetapi, zaman ini tidak ada lagi Namrud dan Firaun sebagaimana masa Ibrahim dan Musa. Tidak ada pula Abu Lahab dan Abu Jahal yang sangat keras menentang ajaran Islam. Oleh karenanya, festival syahadat terjadi dalam lingkup besar-besaran di masa ini secara masif. Lebih dari itu, perkembangan Islam terjadi dalam evolusi yang tidak lama—untuk tidak mengatakan revolusi.

Di sisi lain, kehidupan pribadi Nabi Muhammad Saw adalah keteladanan. Dia mempunyai keluhuran budi, kemuliaan akhlak, dan ketinggian moral. Beriringan dengan hal itu, gaya hidupnya sangat sederhana. Dia tidak gemar berfoya-foya sebagaimana tradisi yang selalu dilakukan oleh para raja. Meski begitu, dia adalah pemimpin tersukses di dunia dengan warisan agungnya yang sangat berpengaruh dalam kehidupan umat manusia dan perjalanan sejarah.

Akhirnya, dengan membaca buku setebal 360 halaman ini, para pembaca diajak untuk menyelami fragmen agung kehidupan sang Nabi. Lebih dari itu, buku ini tidak hanya memaparkan sepak terjang Nabi Muhammad Saw dalam menyebarkan ajarannya dan beberapa sisi kehidupannya, tetapi juga sepotong warisannya yang besar terhadap dunia ini. Kemajuan-kemajuan yang kemudian ditemukan oleh umat manusia salah satunya karena terilhami oleh ajaran Islam.