You are here Info Buku Senjata Perang Kimiawi yang Terkuak

Senjata Perang Kimiawi yang Terkuak

Surel Cetak PDF

Resensi Buku The 731 Legacy Karya Lynn Sholes dan Joe Moore

Radar Surabaya | Minggu, 26 Februari 2017 | Imron Mustofa


Diserang penyakit mengerikan, seorang pria sekarat terhuyung-huyung ke Satellite News Network. Sebelum pria tersebut menghembuskan nafas terakhir, ia menyampaikan pesan misterius kepada wartawan senior Cotten Stone: “Jarum Hitam”, nama sandi untuk eksperimen ultra-rahasia semasa Perang Dunia II.

Beberapa hari setelah pria tersebut sekarat dengan darah keluar dari seluruh lubang yang ada di tubuh, warga kota mulai menurun kesehatannya. Hingga salah satu rumah sakit melaporkan, setiap jamnya menerima pasien dengan gejala yang sama seperti pria tersebut. Hanya dalam waktu 24 jam, ratusan warga dari usia enam sampai enam puluh dua tahun, meninggal mengenaskan.

Novel karya penulis best seller Lynn Sholes & Joe Moore, mengisahkan perjuangan seorang perempuan dalam mengungkap misteri di balik wabah flu mematikan. Perempuan itu bernama Cotten Stone. Instingnya yang kuat mendorong Cotten untuk menyelidiki wabah ini sampai tuntas.

Cotten Stone, sebagai wartawan di Satellite News Network merasakan ada yang aneh dengan penyebaran wabah mematikan ini. Wabah flu yang mirip Ebola, tapi sulit untuk diidentifikasi virus jenis apa. Ia kemudian melakukan observasi kepada mayat pria yang sekarat di kantor kerjanya, Calderon. Namun anehnya, mayat Calderon hilang secara misterius. Pun, ketika Cotton hendak melakukan penyelidikan pada mayat seorang ibu di Virginia Barat, yang menurut laporan mengalami gejala yang sama.

Kecurigaan Cotten kian meningkat. Ia kemudian melibatkan Ted, atasannya, untuk melakukan penyelidikan ini. Ia juga melibatkan John Tyler, seorang Pendeta yang amat disayanginya. Dari hasil pengamatan Cotten, dibantu dengan dua rekannya, menemukan ada keterlibatan Korea Utara atas kasus wabah flu mematikan tersebut.

Berbagai pihak dihubungi, untuk membantu penyelidikan ini. Namun sayangnya, tidak satupun yang percaya, karena Cotten belum memiliki bukti yang kuat. Yang ia bawa hanyalah dugaan dari hasil observasi, yang mengarahkan pada keterlibatan Korea Utara, sebagai negara yang anti Amerika.

Hingga ia bersama John menemui Presiden Amerika, David Brennan. Namun tidak ada hasilnya. David hanya mengatakan, “Jika kau benar, pemikiran itu menakutkan. Tapi, mana buktinya? Aku tidak bisa bertindak berdasarkan dugaan.” (halaman 288).

Keputusasaan mulai menjalar dalam diri Cotten. Terlebih, ketika Pendeta John Tyler, orang yang paling disayangi, terkena wabah tersebut. Ia hanya menatap John terkulai lemas dan pucat di atas ranjang rumah sakit. “Semua ini gara-gara aku,” kara Cotten. “Semua hal buruk yang terjadi dalam hidupmu adalah gara-gara aku.” (halaman 321)

Di sisi lain, Moon, dalang di balik wabah flu mematikan ini, telah mempersiapkan serangan lanjutan untuk memusnahkan Amerika dan sekutunya.

Sementara Cotten, tidak bisa melepaskan diri dari perhatiannya kepada John. Ia tidak ingin orang yang disayangi meninggal mengenaskan. Di saat Cotten putus asa, ia mendapat panggilan dari nomor tidak dikenal. Namun, suaranya tidak asing baginya. Dia adalah Nephilim Sang Putra Fajar, musuh bebuyutan Cotten. Dialah yang membuat John sekarat dengan menggunakan tangan terampil Moon.

Di sinilah terlihat kualitas penulis, dalam memadukan ilmu pengetahuan, mitos, sejarah, dan imajinasi menjadi rangkaian cerita menarik. Sehingga, siapa saja yang membaca karya dua penulis bestseller versi Amazon, akan dibuat tenggelam dalam imajinasi.

Di akhir cerita, Cotten pun dengan terpaksa menuruti tawaran Sang Putra Fajar untuk bergabung, demi nyawa John terselamatkan. Dan, setelah John benar-benar terlepas dari jeratan maut, barulah Cotten menceritakan semuanya.

“Aku mendapat kunjungan dari seseorang yang kau kenal betul, Sang Putra Fajar. Dia mengatakan bahwa jika aku pasrah pada warisanku (Nephilim) dan merengkuh sosok diriku yang sebenarnya, nyawamu akan diampuni.”

Dan dari sinilah, dalang di balik wabah flu mematikan terbongkar!