You are here Info Buku Panduan Mengatasi Luka Psikologis

Panduan Mengatasi Luka Psikologis

Surel Cetak PDF

Resensi Buku Pertolongan Pertama pada Emosi Anda Karya Guy Winch, Ph. D.

Kabar Madura | Rabu, 10 Januari 2018 | Arinhi Nursecha


JIKA Anda bertanya pada seorang anak tentang penanganan demam, ia mungkin akan menyarankan untuk beristirahat dan menghirup sup ayam. Tetapi, tanyalah orang dewasa tentang penanganan rasa sakit akibat penolakan, kesepian, dan kegagalan. Sebagian orang akan menjawab cara terbaik adalah dengan mengungkapkan perasaan kepada keluarga atau teman. Namun bagi sebagian lain, cara ini justru berbahaya karena dapat memunculkan kembali rasa tak nyaman.

Buku ini membahas tentang tujuh luka psikologis yang biasa kita alami dalam kehidupan sehari-hari: penolakan, kesepian, kehilangan, rasa bersalah, ruminasi, kegagalan, dan rasa rendah diri. Setiap bab dalam buku ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama tentang luka psikologis yang disebabkan oleh setiap luka. Bagian kedua berisi berbagai penanganan yang bisa dilakukan sendiri, pedoman penanganan secara umum, kapan teknik yang dianjurkan harus dilakukan, juga ringkasan penanganan dan “dosis” yang disarankan. (Halaman 8)

Dari semua luka emosional dalam hidup, mungkin penolakan adalah yang paling sering kita alami. Penolakan dapat menyebabkan empat luka psikologis, seperti rasa sakit emosional, kemarahan dan serangan, rasa percaya diri yang jatuh, juga mengancam kebutuhan seseorang untuk menjadi bagian dari suatu kelompok. Beberapa penanganan yang dapat dilakukan di antaranya berdebat dengan kritik terhadap diri sendiri, membangkitkan kembali harga diri Anda, memulihkan perasaan akan hubungan sosial, dan peka terhadap diri sendiri.

Media sosial memudahkan kita terhubung dengan puluhan bahkan ratusan orang sekaligus. Namun orang yang menderita karena kesepian justru semakin banyak. Kesepian memiliki pengaruh yang memprihatinkan terhadap kesehatan secara umum. Rasa kesepian mampu mengubah sistem kardiovaskular (mengakibatkan tekanan darah tinggi, meningkatkan indeks massa tubuh, dan kolesterol tinggi), sistem endokrin (meningkatkan hormon stres), dan bahkan sistem imunitas kita. Kesepian mempunyai faktor risiko yang sama besar dengan merokok. (Halaman 69)

Kesepian dapat diatasi dengan menyingkirkan kacamata Anda yang diwarnai pikiran negatif, mengenali perilaku yang mengalahkan diri sendiri, menggunakan perspektif orang lain, mempererat ikatan emosional, menciptakan peluang untuk menjalin hubungan sosial, dan mengadopsi teman baik. Rasa kehilangan dan trauma menciptakan empat luka psikologis. Mereka menyebabkan munculnya rasa sakit emosional, meruntuhkan rasa identitas kita yang mendasar, serta peran yang kita mainkan dalam hidup, mereka mengganggu sistem keyakinan dan pemahaman kita tentang dunia, mereka juga meragukan kemampuan kita untuk tetap ada dan terlibat di dalam hubungan yang penting. (Halaman 144)

Penanganan yang dilakukan dapat berupa menenangkan diri lewat cara Anda, memulihkan aspek yang hilang dari “diri” Anda, dan menemukan makna di dalam tragedi.

Rasa bersalah adalah tekanan emosional yang sangat umum, disebabkan oleh keyakinan bahwa kita akan atau telah melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan pada orang lain. Fungsi utama rasa bersalah tak ubahnya sinyal. Kita menanggapi sinyal ini dengan mengevaluasi kembali rencana perbuatan atau meminta maaf kepada mereka yang tersakiti.

Tetapi, ada saatnya rasa bersalah bertahan dan menjadi penghuni yang tidak diinginkan. Meskipun perasaan bersalah bisa menjadi pahlawan untuk kesalahan kecil, untuk kesalahan besar ia justru menjadi penjahat psikologis yang meracuni ketenangan maupun suatu hubungan. Banyak di antara mereka yang diliputi rasa bersalah sangat berat juga menderita gangguan stres pascatrauma (post-traumatic stress disorder). Rasa bersalah yang bertahan sering kali diperparah oleh keadaan. Rasa bersalah dapat menyebabkan seseorang menyalahkan diri sendiri dan hubungan yang diblokir.

Sejumlah bab lain yang tak kalah menarik untuk disimak yaitu ruminasi, kegagalan, dan rasa rendah diri. Setiap bab dijelaskan dengan gamblang, beserta contoh peristiwa yang dialami langsung pasien si penulis atau refleksi kejadian di sekitar kita. Penanganan masalah di masing-masing bab dibagi dalam beberapa kategori alfabetis tergantung tingkat keparahannya. Menjadi dokter-diri yang baik berarti harus menyusun pedoman pemeliharaan kesehatan jiwa, dan bila memungkinkan berusaha membuat lemari obat Anda sendiri. Jika luka emosional Anda begitu berat sehingga mendorong untuk melukai diri sendiri maupun orang lain, segeralah berkonsultasi dengan ahli kesehatan jiwa.