You are here Info Buku Berpikir Positif Amat Menentukan dalam Memperbaiki Hidup

Berpikir Positif Amat Menentukan dalam Memperbaiki Hidup

Surel Cetak PDF

Resensi Buku Cara Cepat Melatih Kebiasaan Positif Sehari-hari Karya Marc Reklau

Koran Jakarta | Kamis, 03 Mei 2018 | Arinhi Nursecha


Mengapa sebagian orang tampak memiliki segalanya, sedangkan orang lain tidak? Banyak orang bermimpi memperbaiki hidup agar menjadi lebih bahagia dan kaya. Namun, menurut hanya mau menanti keajaiban. Kadang, mereka bahkan tidak tahu keinginannya. Marc Reklau, praktisi self healing asal Jerman, telah mempelajari prinsip-prinsip kesuksesan dan cara meraih kebahagiaan selama hampir 25 tahun. Buku ini memperlihatkan, kesuksesan dapat direncanakan dan diciptakan. Buku berisi tips, trik, dan latihan untuk memperbaiki hidup selama dipraktikkan secara konstan dan persisten. Di setiap bab terdapat kutipan dan kisah inspiratif tokoh-tokoh populer yang menggugah motivasi.

Pada 2008, pelatih FC Barcelona, Josep “Pep” Guardiola, mengambil alih tim dalam keadaan menyedihkan. Dalam pidato inagurasinya di depan 73.000 penonton Catalunya, dia berkata, “Kami tidak dapat menjanjikan gelar Anda. Yang kami janjikan usaha dan kami akan bertahan, bertahan, bertahan sampai akhir. Kencangkan sabuk Anda--kita akan bersenangsenang.” Pidato ini memulai periode paling sukses dalam sejarah 115 tahun klub itu dan hanya sedikit orang yang berpikir hal ini dapat terulang. Barcelona memenangkan tiga kompetisi nasional, dua piala nasional, tiga Piala Super Spanyol, dua Piala Super Eropa, dua Liga Champion, dua Piala Dunia Antar-Klub dalam empat tahun dominasi mereka di sepak bola dunia.

Sekarang giliran Anda. Berusahalah, lalu bertahan, bertahan, bertahan! Jangan menyerah! Kencangkan sabuk Anda dan bersenangsenanglah! (Halaman 8). Pada hari kita berhenti menyalahkan orang lain atas kejadian dalam hidup, semua akan berubah. Bertanggung jawab atas hidup berarti mengambil alih dan menjadi tokoh utamanya. Ketakutan akan kegagalan adalah pembunuh mimpi nomor satu. Kita harus melihatnya sebagai pengalaman belajar untuk tumbuh dan jadi informasi serta motivasi.

Thomas Alfa Edison bertaka, “Saya belum gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil.” Hal ini memungkinkannya membawa banyak penemuan. Orang ini tidak pernah menyerah! (Halaman 36). Untuk mencapai tujuan, pembaca harus belajar cara menghadapi penolakan. Penolakan bukanlah masalahnya. Dialog dalam diri setelah ditolaklah yang menjadi masalah. Bersiap saja untuk ditolak berkali-kali dalam perjalanan menuju kesuksesan. Rahasianya, jangan menyerah!

Naskah Sylverster Stallone untuk film Rocky ditolak 70 kali. Buku Chicken Soup for The Soul Jack Canfield dan Mark Victor Hansen ditolak 130 kali. Kemudian, Canfield ditertawakan saat berkata ingin menjual 1 juta eksemplar. Editornya berkata, dia sudah beruntung bisa menjual 20.000. Akhirnya, buku pertama Chicken Soup for The Soul terjual 8 juta eksemplar, dan 500 juta eksemplar untuk keseluruhan seri! Bahkan JK Rowlings “Harry Potter” ditolak 12 kali! (Halaman 70).

Rasa syukur akan mengisi ulang energi dan mendorong harga diri, juga terkait langsung dengan kesehatan fisik dan mental. Pikiran menciptakan realitas. Berpikir positif sangat penting dalam upaya memperbaiki hidup. Teknik yang bagus untuk membangunnya adalah menggunakan afirmasi.

Dengan mengulang pernyataan positif berkali-kali setiap hari, meyakinkan pikiran bawah sadar untuk mempercayai dan mulai bertindak “menarik” hal-hal yang diinginkan dalam hidup. Penerapan program neurolinguistik dan mengimplementasikan kebiasaan baru ini selama 30 hari secara konsisten, bukan tidak mungkin segera menempatkan kita di posisi yang lebih baik.