You are here Info Buku Prinsip Sukses dengan Berkontribusi dan Melayani

Prinsip Sukses dengan Berkontribusi dan Melayani

Surel Cetak PDF

Resensi Buku Samurai Pengasih Karya Brian Klemmer

Koran Jakarta | Jumat, 27 April 2018 | Al Mahfud


Penulis buku ini mengelola perusahaan “Klemmer & Associates”. Buku ini secara tersirat berisi perluasan aspek melayani. Arti dari kata “samurai” adalah anggota ksatria Jepang yang berkuasa mulai abad ke-12. Mereka paling ditakuti dan dihormat. Mereka hidup berdasarkan nilai-nilai ketat yang disebut Bushido yang mengutamakan keberanian, kehormatan, dan kesetiaan pribadi. “Istilah samurai pengasih (SP) untuk menunjuk seseorang yang memiliki nilai-nilai kuat yang dapat mewujudkan apa pun sekaligus mengabdikan hidupnya untuk melayani,” jelas Klemmer (hlm xii).

Buku ini mendaftar 10 aturan pedoman SP. Mereka adalah komitmen, tanggung jawab pribadi, kontribusi, fokus, kejujuran, kehormatan, kepercayaan, kelimpahan, keberanian, dan pengetahuan. Tiap pedoman dikupas mendalam dengan argumen-argumen reflektif, kutipan-kutipan, dan menggugah. Ada contoh-contoh di dalamnya.

Komitmen menjadi aturan pertama. Samurai memiliki komitmen menegakkan tradisi kehormatan. Bahkan dalam sejarah, samurai lebih memilih mati daripada mencemarkan namanya serta profesinya. Kini, kita melihat orang semakin tak peduli dengan komitmen, gampang bohong, berkhianat, sehingga nilai ucapannya menjadi begitu rendah. Padahal, komitmen adalah dasar dari kepercayaan yang merupakan fondasi semua hubungan dengan sesama (hlm 3).

Komitmen berhubungan dengan prinsip kejujuran dan kehormatan. SP berlaku jujur tak hanya bila menguntungkan, namun setiap saat. Meski begitu, mereka tahu selalu berkata jujur tanpa melukai orang lain. Sebab, mereka berprinsip menjaga kehormatan orang lain. Dewasa ini, di media sosial, misalnya, banyak orang saling membenci dan menjatuhkan kehormatan. Orang memaksakan kehendak, tanpa mau mendengarkan orang lain.

“Ketika samurai pengasih berkomunikasi dengan orang lain, tujuan utama menjadi pendengar,” tulis Klemmer (hlm 127).

SP juga memiliki “kelimpahan” dan “keberanian.” Kelimpahan adalah keadaan merasa keutuhan dan kesempurnaan tidak bergantung pada keadaan di luar diri. “Anda menerima keutuhan dan kesempurnaan sejak lahir karena sifat spiritual dan hubungan dengan Tuhan. Tuhan tak terbatas. Anda pun utuh karena terhubung dengan-Nya,” jelas Klemmer (hm 184). Ini bisa dimaknai sebagai syukur atas milik. Sekarang, banyak orang terus memeras tenaga untuk mendapatkan keinginan. Namun ketika telah mendapatkannya, mereka tetap tak bahagia. Ketika orang sadar atas “kelimpahan” akan percaya diri yang kemudian memunculkan keberanian.

Selain komitmen, jujur, bersyukur, dan berani, SP juga perlu fokus. Kekuatan luar biasa fokus mampu mengumpil. SP dapat memilih fokus pada apa saja dan dengan itu berkonsentrasi untuk mendapatkannya. Namun, mereka tetap fokus pada hal yang lebih besar ketimbang ambisi pribadi, yakni pelayanan atau kontribusi.

SP bersedia menyerahkan hidup demi tujuan lebih besar. Seorang pengusaha yang berjiwa SP, selain sangat sukses, juga memilih untuk memberi kontribusi besar bagi lingkungan dan masyarakat luas. Meski begitu, SP bukan seorang martir yang selalu memberi sampai tak punya apa pun. Perbedaan SP dengan martir, yang dipertaruhkan. “SP menjaga diri sambil memelihara gaya hidup melayani,” tegas Klemmer (hlm 56).

Buku berjudul asli The Compassionate Samurai ini menyuguhkan paket lengkap. Ini tak sekadar buku motivasi kesuksesan karena kaya akan nilai dan prinsip penting dalam kehidupan. Uraian buku tentang prinsip-prinsip samurai membentangkan jalan menuju kehidupan yang tak sekadar sukses, namun juga terhormat dan berguna bagi sesama.