You are here Info Buku

Resensi Buku

Kajian Kritis tentang Konsep Negara Islam

Surel Cetak PDF

Resensi buku Chiefdom Madinah: Kerucut Kekuasaan pada Zaman Awal Islam karya Dr. Abdul Aziz, MA

Suara Merdeka | Selasa, 08 November 2016 | Supriyadi


KAJIAN tentang Islam telah menorehkan berbagai disiplin keilmuan. Agama yang dibawa oleh Muhammad saw dari Jazirah Arab, ini memang menarik perhatian para pakar, baik muslim maupun nonmuslim.

Tidak hanya dari segi religius-spiritual, Islam juga menyentuh ranah sosial, bahkan politik kenegaraan. Ranah politik kenegaraan itulah yang diuraikan Dr Abdul Aziz, MAdalam bukunya yang berjudul Chiefdom Madinah; Kerucut Kekuasaan pada Zaman Awal Islam, ini.

Dengan menggunakan pendekatan sejarah yang kritis serta berdasarkan literatur-literatur yang kaya data, buku ini memberikan gambaran cukup jelas perihal isu-isu negara Islam yang didengungkan oleh beberapa gerakan umat Islam, termasuk di Indonesia.

Buku ini menguji kesahihan konsep negara Islam melalui kajian historis secara kritis. Jika pandangan tertuju pada sejarah Muhammad saw dalam membangun umat, maka keteladanan dalam hal itulah yang berusaha diimplementasikan di era kini. Perbedaan memang suatu keniscayaan. Tapi keteladanan dari Nabi Muhammad untuk merangkul perbedaan tersebut tidak boleh ditinggalkan.

Berbagai kabilah (yang berbeda-beda) di semenanjung Arabia bersatu di bawah komando sang pewarta risalah untuk membentuk masyarakat berlandaskan hukum dari Tuhan. Gugatan terhadap bentuk negara kekhalifahan/kesultanan tidak terbatas berkembang di antara para pemikir Arab, melainkan di banyak kalangan pemikir Muslim yang telah bersentuhan dengan gagasan nasionalisme.

Ketegangan antara pemikir kekhalifahan/kesultanan dengan nasionalisme bisa jadi berbeda intensitasnya antara satu dengan lain wilayah sesuai pengalaman sejarah kaum Muslim sendiri di masing-masing wilayah mereka. (hal 94). Polemik tersebut cukup menguras pikiran. Tidak jarang pula masyarakat awam mengalami kebingungan tentang gerakan khilafah atau realisasi negara Islam tersebut.

Meski demikian, hal itu tetap menjadi magnet bagi para pakar dan pemikir untuk turut berkomentar. Pada dasarnya, perbedaan utama adalah tentang pemahaman kesejarahan Islam di era awal, yakni ketika Muhamamd menyeru umat manusia untuk memeluk Islam.

Ajaran yang disampaikannya sangat cepat menyebar sehingga pengikutnya semakin banyak. Tidak sedikit yang menilai bahwa hal itulah yang menjadi muara pemahaman bahwa Muhammad tengah membangun sebuah negara Islam di Madinah (negara Madinah).

Bagi pengusung negara Islam, mereka menganggap bahwa penegakan kekhilafahan/ kesultanan atau negara Islam adalah keteladanan dari Nabi Muhammad. Dengan begitu, mereka beranggapan membentuk negara Islam adalah tuntutan dari iman.

Aspek Historis

Perlu digarisbawahi bahwa Islam sesungguhnya bukan negara, melainkan agama. Perlu dibedakan pula mana aspek teologis-spiritual dengan aspek historis. Upaya Nabi Muhammad membentuk komunitas sejatinya adalah aspek historis.

Sementara itu, aspek teologis-spiritual dalam hal ini adalah dakwah dan syiar ajaran Islam agar terinternalisasi di hati umat manusia. Hanya saja, dua hal ini sering sekali dipersepsikan sama.

Dengan pendekatan sejarah, buku ini pun turut memberi kritikan terhadap gerakan yang berupaya mendirikan negara Islam. Tentu saja dilakukan dengan analisis berdasarkan data-data yang tidak sedikit.

Analisis kesejarahan memang penting adanya karena untuk mengetahui asbab al-nuzul dan asbab al-wurud guna menguji autentisitas ajaran dari teks-teks keislaman tentunya juga menggunakan pendekatan sejarah.

Buku ini mengajak para pembaca untuk lebih kritis terhadap kajian tentang Islam sebagai negara. Lebih spesifik lagi, buku ini menjadi referensi yang patut dikembangkan lebih lanjut guna menguji kesahihan negara Islam yang coba diterapkan di era kini dan mendatang.

Menyelami Kembali Kisah Muhammad, Nabi untuk Semua

Surel Cetak PDF

Resensi buku Muhammad nabi untuk Semua karya Maulana Wahiduddin Khan

Wasathon | Rabu, 05 Oktober 2016 | Supriyadi


Nabi Muhammad Saw adalah fenomena di dunia ini. Dia adalah tokoh yang berpengaruh dalam sejarah. Sosok nabi yang lahir di Jazirah Arab tersebut mampu membangun peradaban dan pengaruhnya dalam penyebaran agama Islam masih sangat kental terasa hingga saat ini. Ketokohannya disegani dan dihormati. Lebih dari itu, namanya adalah nama yang paling sering disebut untuk saat ini.

Islam yang dibawanya kini telah menembus batas penjuru dunia. Dengan demikian, semakin hari semakin banyak orang yang menghormatinya. Sejarah kehidupannya banyak ditulis, baik oleh ulama maupun penulis sejarah. Tulisan-tulisan tentang perjalanan hidupnya pun sering sekali dibaca oleh khalayak, baik itu dari kalangan umat Islam maupun bukan.

Salah satu tulisan yang menguak sejarah dan perjalanan hidupnya adalah buku yang berjudul “Muhammad; Nabi untuk Semua” ini. Buku yang ditulis oleh Maulana Wahiduddin Khan ini memaparkan beberapa rinci fragmen agung kehidupan sang Nabi Muhammad. Dengan pemaparan naratif, buku ini mengisahkan biografi Nabi Muhammad Saw secara indah.

Dia adalah manusia yang berhias dengan keluhuran budi. Lebih dari itu, dia juga menjadi pencerah budi bagi masyarakat sekitarnya yang ketika itu disebut sebagai masyarakat jahiliah. Prestasinya sangat banyak, salah satunya adalah peristiwa penaklukkan kota Mekkah yang dilakukannya tanpa pertumpahan darah. Setelah itu, dia menghancurkan berhala-berhala dan membersihkan Ka’bah dari berhala-berhala tersebut.

Soal teologi, Islam adalah agama yang dibangun berdasarkan akidahnya yang bersumber dari Tuhannya. Dia menyampaikan risalah tersebut untuk meluruskan teologi umat manusia yang tengah menyimpang. Bahkan, dia berhasil membangun teologi baru tersebut dengan fondasi spritual yang kukuh sehingga Islam bisa bertahan hingga sekarang sebagai agama terbesar di dunia. Lebih dari itu, Islam menjadi agama yang perkembangannya paling pesat di dunia saat ini.

Hal terpenting yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw adalah menyebarkan kalimat-kalimat perintah Tuhan. Penyelidikan terhadap kehidupan pribadinya menunjukkan bahwa perhatian utamanya adalah menuntutun umatnya untuk berjalan di jalan Tuhan. Perhatiannya tertumpah pada tugas ini hingga menyebabkan penderitaan yang tak terkirakan. (hlm. 77).

Dalam arti lain, dia berkorban untuk Tuhannya dalam rupa penyebaran akidah yang lurus tanpa hirauan rasa keinginan yang cenderung sebagai penurutan hawa nafsu. Hal inilah yang membuat Nabi Muhammad Saw sebagai pribadi yang penuh dengan penghormatan. Lebih dari itu, penghormatan kepadanya pun terucap dari lisan-lisan para pengikut ajarannya hingga kini.

Pantaslah ribuan (bahkan jutaan) syair tertulis untuk menyanjungnya. Banyak pula tulisan ilmiah yang menyoroti sisi kehidupannya sehingga kabar tentang dirinya tidak pernah musnah hingga saat ini. Lebih hebatnya lagi, Michael H. Hart menempatkannya sebagai tokoh nomor satu dari seratus orang yang paling berpengaruh dalam arus sejarah di dunia.

Agama yang dibawa Nabi Muhammad Saw merupakan agama kemajuan. Islam terus berkembang yang hal itu dimulai dari Jazirah Arab yang kerontang dan panas. Dari tanah tak subur itulah tumbuh subur teologi ketauhidan Islam yang bertentangan dengan teologi animisme, dinamisme, dan politeisme. Kedatangannya adalah obor pencerahan bagi dunia.

Abad ke-7 merupakan tonggak diulainya periode perubahan sejarah, dengan dimulainya revolusi Islam oleh Nabi Muhammad Saw. Sekarang, proses perubahan mencapai titik puncaknya, para pedakwah agama sejati dapat mengumpulkan setumpuk bukti pendukung melalui pengetahuan umat manusia sendiri. Modifikasi sosial dan hukum membuka kesempatan untuk menyebarkan agama secara bebas dan terbuka. Tidak ada lagi Namrud dan Firaun yang melarang panggilan kebenaran. (hlm. 289).

Padahal, Nabi Muhammad Saw dahulu mendapatkan larangan keras dalam penyebaran Islam. Dia ditentang oleh masyarakat Quraisy Mekkah karena teologinya yang menekankan satu Tuhan, sementara ketika itu Mekkah menjadi pusat ziarah untuk penyembahan banyak tuhan (berhala). Sebagaimana para nabi sebelumnya yang mendapatkan tentangan dari kaumnya, Nabi Muhammad pun demikian adanya.

Akan tetapi, zaman ini tidak ada lagi Namrud dan Firaun sebagaimana masa Ibrahim dan Musa. Tidak ada pula Abu Lahab dan Abu Jahal yang sangat keras menentang ajaran Islam. Oleh karenanya, festival syahadat terjadi dalam lingkup besar-besaran di masa ini secara masif. Lebih dari itu, perkembangan Islam terjadi dalam evolusi yang tidak lama—untuk tidak mengatakan revolusi.

Di sisi lain, kehidupan pribadi Nabi Muhammad Saw adalah keteladanan. Dia mempunyai keluhuran budi, kemuliaan akhlak, dan ketinggian moral. Beriringan dengan hal itu, gaya hidupnya sangat sederhana. Dia tidak gemar berfoya-foya sebagaimana tradisi yang selalu dilakukan oleh para raja. Meski begitu, dia adalah pemimpin tersukses di dunia dengan warisan agungnya yang sangat berpengaruh dalam kehidupan umat manusia dan perjalanan sejarah.

Akhirnya, dengan membaca buku setebal 360 halaman ini, para pembaca diajak untuk menyelami fragmen agung kehidupan sang Nabi. Lebih dari itu, buku ini tidak hanya memaparkan sepak terjang Nabi Muhammad Saw dalam menyebarkan ajarannya dan beberapa sisi kehidupannya, tetapi juga sepotong warisannya yang besar terhadap dunia ini. Kemajuan-kemajuan yang kemudian ditemukan oleh umat manusia salah satunya karena terilhami oleh ajaran Islam.

Mengungkap Fakta Sejarah yang Tersembunyi

Surel Cetak PDF

Resensi buku Sejarah Dunia yang Disembunyikan karya Jonathan Black

Radar Sampit | Minggu, 23 Oktober 2016 | Arinhi Nurcheca


Pernahkah Anda berpikir bahwa sejarah yang selama ini diajarkan di bangku sekolah bukanlah fakta yang seharusnya? Dalam hal ini, keberanian Mark Booth---nama asli dari Jonathan Black---patut diacungi jempol. Buku dengan judul asli The Secret History of The World karyanya telah melewati waktu selama dua puluh tahun untuk kemudian menjadi buku yang kontroversial.

“Saya sedang mencari sebuah petunjuk yang ringkas, bisa dipercaya, dan benar-benar jelas tentang ajaran-ajaran rahasia sejak dua puluh tahun lebih. Saya memutuskan untuk menulis sebuah buku sendiri karena menjadi yakin buku semacam itu tidak ada.” (Halaman 9)

Hal pertama yang menarik perhatian adalah kesan eksklusif motif emboss pada sampulnya yang dihiasi aneka simbol pagan. Juga endorsement bertulis, “Senilai seluruh perpustakaan dalam satu buku.” Lebih dari cukup untuk menggugah rasa ingin tahu. Kita diajak berpetualang mengupas teori evolusi, mitologi Yunani sampai Mesir Kuno, menelusuri jejak Freemason dan Illuminati, hingga sejarah berbagai agama di bumi. Diperkuat dengan ilustrasi untuk memperjelas materi. Mungkin tak pernah terlintas dalam benak, bahwa ada perkumpulan rahasia yang berkonspirasi untuk menguasai dunia, salah satunya dengan memanipulasi sejarah.

Dalam sejarah rahasia, evolusi spesies bahkan bukan kemajuan seperti yang diduga ilmu pengetahuan. Ada liku-liku yang memiliki implikasi penting sebagai cara memahami fisiologis dan mental kita sendiri. Ada jalan buntu, permulaan palsu, dan bahkan niat penyabotan yang sengaja. (Halaman 106)

“Akan tetapi, mungkin ilmu pengetahuan hanya memperlihatkan apa yang terjadi di permukaan. Mungkinkah hal-hal yang lebih penting terjadi di bawah? Apa yang dilestarikan sejarah rahasia adalah sebuah memori dari pengalaman subjektif, dari pengalaman-pengalaman besar yang mengubah jiwa manusia selama zaman itu. Mana yang lebih nyata? Dan, mana yang mengatakan kepada kita tentang kenyataan dari menjadi manusia dalam zaman itu, yang ilmiah atau yang esoteris yang tersembunyi dalam mitos-mitos kuno? (Halaman 142)

Saya kemudian mencari tahu mengapa buku ini menjadi begitu kontroversial dan menemukan salah satu alasannya saat membaca bab Zaman Islam. Black menggambarkan citra Islam sebagai agama materialis dan radikal. Hal ini dikhawatirkan dapat menyulut kemarahan umat Muslim.

“Dari sudut pandang sejarah Barat konvensional, Eropa dikepung oleh kaum Muslim yang tidak beradab selama bagian terakhir dari Zaman Kegelapan dan berlanjut sampai Abad Pertengahan.” (Halaman 330)

Salah satu hal yang membuat sebuah agama berhasil adalah jika agama itu berguna di alam dunia, yang artinya, jika agama itu memberikan keuntungan material. Perpaduan monoteisme Muhammad dengan metodologi ilmiah dari Aristoteles yang sebelumnya telah merasuki pemikiran Arab, dengan cepat akan mengelilingi dunia dari Spanyol hingga China.” (Halaman 331)

Tak sesuai ekspektasi saya, mengingat jumlah halaman yang terbilang tebal, seharusnya Black mencoba menuturkan sejarah rumit dengan cara yang lebih sederhana. Namun dedikasi Black selama puluhan tahun pada akhirnya membuat kita mengkaji ulang sejarah yang telah kita pelajari. Tak heran jika buku ini masuk dalam jajaran rak sepuluh besar best seller di berbagai toko buku, bahkan menjadi best seller internasional

Kunci Sukses Bisnis App

Surel Cetak PDF

Resensi buku How to Build a Billion Dollar App karya George Berkowski

Koran Sindo | Minggu, 09 Oktober 2016 | Al Mahfud


Dunia teknologi, terutama sektor mobile, mengalami perkembangan mencengangkan. Pada awal 2014, jumlah pengguna telepon mobile telah melebihi jumlah penduduk dunia hari ini; 7 miliar.

Sementara pengguna telepon pintar mencapai 1, 75 miliar di tahun yangsama.Menariknya,pada 2007, sekitar tujuh tahun sebelumnya, telepon pintar bahkan belum ada.

Lebih menakjubkan lagi, sektor mobile tumbuh begitu pesat hanya setahun kemudian, pada 2008,yangkemudianmeraup penghasil miliaran dolar. Kenyataan tersebut menggambarkan besarnya potensi bisnis pengembangan aplikasi. Fenomena merebaknya aplikasi (mobile) yang banyakmengubah cara hidup manusia tersebut menciptakan peluang bisnis terbesar dalam sejarah.

George Berkowski, seorang pengusaha di bidang teknologi, juga salah satu otak di balik kesuksesan taksi internasional lewat aplikasi Hailo, membedah rahasia di balik keberhasilan kelompok bisnis aplikasi yang telah meraup miliaran dolar tersebut lewat buku How To Build A BillionDollar App. Berbekal pengalaman diHailo dan pengamatan yang detail, Berkowski menggali hal-hal tersembunyi dari para anggota kelompok bisnis aplikasi seperti Instagram, Snapchat, Square, Uber, Angry Birds, dll.

Dengan menyuguhkan kisah dan data-data hasil riset, ia mengonstruksi pengetahuan, gambaran, analisis, peluang, dan kiat penting yang jarang didapat dari buku lain yang sejenis. Dari sana, pembaca akan mendapatkan apa yang diperlukan untuk menemukan, memulai, membangun, mengembangkan, danmeraih kesuksesan spektakuler miliaran dolar dari bisnis aplikasi mobile.

Sebagai pengetahuan awal, penulis mengeksplorasi penyebab teknologi bergerak cepat, dampaknyabagi kehidupan; secara sosial, kultural,maupunpsikologis. Tentang hal ini, penulis mengutip sebuah studi yang dilakukan Facebook yang selesai pada 2013 terhadap pengguna telepon pintar di Amerika Serikat. Mereka ditanya, ”Bagaimana perasaan Anda tentang aktivitas sosial dan komunikasi melalui telepon pintar”. Hasilnya, ada dua sentimen terkuat, yakni perasaan ”terkoneksi” dan ”senang”. Kedua hal inilah yang ditangkap para pengembang untuk menciptakan aplikasi bernilai miliaran dolar (hal. 39).

Kita juga diajak melihat lebih dalam gagasan yang membuahkan aplikasi miliaran dolar; kelahiran berbagai aplikasi mobile, seperti Square,WhatsApp, Snapchat. Penulis berkesimpulan, satu pendekatan penting untuk menyodorkan satu ide besar adalah dengan memahami apa yang semua orang suka melakukannya. Sebab, mengatasi masalah ”universal” bisa menciptakan peluang pasar yang jauh lebih besar ketimbang memecahkan satu masalah spesifik geografismasyarakat tertentu (hal. 58).

Setelah melihat peluang, kita dibimbing mulai membangun tim, memvalidasi ide, pasar, produk, sampai menarik investor dalamsatu rencana terukur. Menariknya, ulasandisuguhkan secara terperinci. Misalnya, tentang validasi ide, terutama dalam hal mengatasi krisis identitas terkait branding, ulasan diberikan runtut; mulai pemahaman pentingnya nama atau brand, berbagai faktor penting yang harus dipertimbangkan ketika memunculkan sebuah nama, sampai menyediakan berbagai layanan online yang bisa membantu kita mengatasi krisis identitas.

Jalan panjang

Sebelum terjun ke bisnis aplikasi mobile, ada hal yang harus disadari sejak awal bahwa ini merupakan perjalanan keras dan panjang. Aileen Lee, dalam Welcome to the Unicorn Club; Learning from Billion-Dollar Startups mengungkapkan bahwa jika kita ingin mencapai pelepasan seharga 1miliar dolar untuk startup jenis apa pun, itu butuh waktu rata-rata tujuh tahun.

Minimal, yang sudah terjadi di bawah dua tahun (Instagram dan Youtube) dan yang paling panjang 11 tahun (Pandora). ”Jalan ini tak pernah mulus. Kegigihan dan keyakinan pada visi jangka panjang perusahaan Anda adalah kunci jika Anda ingin sukses melewatinya,” tulis Berkowsky (hal. 86). Sebenarnya, tak ada satu pendekatan yang cocok untuk semua di dunia perusahaan mobile.

Namun, lewat buku ini penulismemetakan setiap tahapan secara rincipeluang, risiko, berbagai gambaran yang diharapkan membuat pembaca bisa memastikan fondasi yang diperlukan untuk membangun perusahaan besar bernilai miliaran dolar. Langkah tersebut terbagi lima tahap; masing-masing aplikasi jutaan dolar, aplikasi 10 juta dolar, app ratusan juta dolar, aplikasi 500 juta dolar, dan aplikasi miliaran dolar. Setiap tahapanmemiliki karakteristik tersendiri.

Wilayah bisnis mobile sangat luas. Berkowski juga mengungkap lima model bisnis yang bisa dikatakan sukses dan berhasil menuju angka miliaran dolar. Yaitu game, pasar/e-commerce, audiens konsumen/periklanan, perangkat lunak sebagai layanan (SAAS), dan enterprise. Kelimanya telah menghasilkan perusahaan internet atau aplikasi yang tumbuh pesat dan menghadirkan keuntungan yang kuat dan kukuh.

Menyusuri Byzantium dari Abad ke Abad

Surel Cetak PDF
Resensi Buku Sultan Byzantium karya Selcuk Altun

Kabar Madura | Rabu, 28 September 2016 | Ngarjito Ardi Setyanto

Novel ini menceritakan sebuah kota yang memiliki peradaban yang luar biasa. Nama kota tersebut adalah Byzantium. Kota ini meletakkan dasar-dasar modernism. Ia memprakarsai lembaga sosial negara. Ia mendisiplinkan sekotor militer, pendidikan, keuangan, hukum dan teknologi Kota ini juga dibalut dengan kesenian, olahraga dan hiburan lainnya sebagai bagian integral dari kehidupan. Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya, ia juga membentuk organisasi-organisasi demi meningkatkan kesehatan, perencanaan kota, kerajinan, gaya busana, perhiasan, dan tata cara sosial.
Sebagai kota modern dan panutan dengan kota-kota yang lain, ia mempengaruhi wilayah tetangganya dalam hal ilmu pengetahuan, budaya, dan seni. Dalam sejarah juga menatat bawa para cendekiawan Byzantium yang menyebar ke Eropa setelah jatuhnya Konstantinopel memprakarsai Abad Pencerahan. Byzantium memang memiliki wilayah yang kecil, tetapi memiliki tata kota yang baik. Sehingga musuh-musuh Byzantium sulit untuk mengambil kekuasaan pemerintahan. Salah satu cara yang dilakukan Konstantin dalam menjaga kedaulatan Byzantium adalah menggunakan tembok-tembok raksa untuk membentengi kekuatan dari luar.
Masa kejayaan Byzantium mulai luntur ketika dipegang oleh Konstanti XI. Pada masa ini kota yang terkenal dengan kekuatan ekonomi, pengetahuan dan militer mulai keropos. Pasukan telah kehilangan kekuatan pertahanannya, dan rakyat, dalam kesulitan ekonomi yang parah dan merasa gelisah. Keadaan ini kemudian dimanfaatkan oleh pasukan Turki Utsmani untuk mengambil alih pemerintahan. Apa yang dilakukan pasukan Utsmani berhasil sehingga mampu membawa 53.000 warga sipil dan prajurit sebagai budak. Tetapi kematian Konstanti XI tidak dipercayai oleh semua pihak, termasuk pasukan Turki Utsmani. Sang Konstantin XI dinyatakan tewas dalam serangan tersebut, agar prajurit dan rakyat Byzantium menerima kekalahan tersebut.
Namun, pada kenyataan kaisar berhasil meloloskan diri menggunakan kapal Genoa, sang kaisar berhasil memalsukan kematiannya pada pasukan Turki Utsmani, dan menjuluki dirinya sebagai Kekaisaran Abadi. Setelah lima abad menghilangnya sang kaisar, tiga orang misterius, merupakan bagian dari anggota Nomo. Nomo merupakan organisasi keturunan atau penjaga warisan kekaisaran Byzantium. Para anggota Nomo menyatakan bahwa penerus kekuasaan Byzantium tersebut adalah seorang profesor muda dari Turki.
Dari sinilah cerita mulai menari, sebab pembaca akan dibawa dalam imajinasi dan konsentrasi yang sangat tinggi. Di mana penulis menggunakan alur maju-mundur tanpa ada sekat antara cerita kini dan dulu. Di mana menceritakan seorang profesor muda yang tinggal di Istanbul merupakan keturunan Kaisar Massimo d’Urbino Sultan dari Byzantium. Tugas organisasi Nomo untuk mencari atau memilih seorang kaisar dari silsilah keluarga dari keturunannya sendiri.
Pada waktu itu, Konstantin memiliki anak tunggal bernama Irene, dari sini kemudian organisasi harus memilih salah satu cucunya yang terpilih. Tidak ada yang ditugaskan untuk melaksanakan salah satu tugas ini, kecuali dia telah menjadi kaisar pilihan dan dengan demikian menjadi yang terpilih. Dari proses ini, alur novel ini terbangun dengan baik. Di mana sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah orang pertama.
Profesor muda yang ditunjuk sebagai kaisar pilihan tersebut menceritakan dirinya sendiri dalam plot novel ini. Novel ini menceritakan bagaimana profesor muda ini sebagai seorang profesor ekonom dengan gaji begitu tinggi rela meninggalkan pekerjaannya demi mempelajari Byzantium agar iya percaya dia memiliki keturunan dari Konstanti XI. Dalam pencarian ini ia menceritakan dengan sangat detail bagaimana lingkungan sekitarnya daerah Eropa dengan memperpadukan ilmu sejarah. Dalam pencarian ini, kemudian ia bertemu dengan anggota-anggota Nomo.
Dan ternyata anggota Nomo dan keluarganya merupakan orang-orang yang memiliki perusahan yang besar-besar di berbagai belahan dunia. Ketika dalam pencarian ini, profesor mudah di dorong untuk mengembalikan kekuasaan Byzantium seperti dulu; menguasai peradaban dunia. Dorong dari anggota Nomo ini tidak mudah diterima oleh profesor. Dalam dialog ini kemudian pembaca akan dibawa dalam dunia emosi dan sejarah. Tidak hanya dialog, tetapi sejarah mengenai kenapa berdirinya Byzantium sampai robohnya disajikan dengan bahas yang sederhana tetapi penuh dengan emosi.
Pada akhir cerita, profesor dan anggota Nomo bersepakat agar bekerja sama dalam mengembalikan kejayaan Byzantium. Tetapi kejayaan di sini bukan untuk menguasai, melainkan untuk mengembalikan bahwa Byzantium merupakan salah satu kota yang mengubah cara pandangan dunia mengenai cara bernegara yang baik. Benar, apa yang dikatakan WorldLiteratureToday.org bahwa novel ini sejajar dengan karya-karya sastra dunia. Bangunan plotnya nan cemerlang dan menawan menarik perhatian pembaca dan sastra dunia. Dalam novel ini memperpadukan antara kini dan masa lalu sehingga pembaca akan terbawa dalam alur cerita novel ini.

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL