You are here Info Buku

Resensi Buku

Cara Sederhana, Hasil Luar Biasa

Surel Cetak PDF

Resensi buku 59 Detik karya Richard Wiseman

Koran Sindo | Minggu, 7 Desember 2014 | Noval Maliki


Selama bertahun-tahun, para pakar pengembangan diri kerap menjelaskan sebuah penelitian tanpa memeriksa faktanya terlebih dahulu. Salah satu mitos, yang kemudian dianggap sebagai sebuah kebenaran, adalah bahwa dengan menekan pikiran-pikiran negatif dan membiasakan berpikir positif, dapat membuat seseorang menjadi bahagia.

Faktanya justru berbeda dengan yang dilaporkan penelitian ilmiah. Penelitian menunjukkan bahwa menekan pikiran- pikiran negatif justru bisa semakin menambah, bukan mengurangi, kesengsaraan. Eksperimen yang dilakukan para psikolog membuktikan kelompok orang yang berusaha menekan pikiran-pikiran negatif mereka justru semakin memikirkan pikiran sama.

Jika hal demikian yang terjadi, maka apa yang harus dilakukan seseorang untuk mencapai kehidupan yang lebih baik termasuk hidup bahagia? buku berjudul lengkap 59 Detik yang Membuat Anda Menjadi Lebih Kreatif, Lebih Meyakinkan, Lebih Menarik, dan Lebih Bahagia ini mengupas sekaligus mendekonstruksi beragam mitos yang telah diperlakukan layaknya sebuah kebenaran dalam dunia self-help dengan kerangka berpikir ilmiah.

Kebahagiaan memang menjadi penting karena, sebagaimana hasil penelitian Sonja Lyubomirsky, kebahagiaan dapat membuat manusia menjadi lebih sosial dan peduli terhadap orang lain. Perasaan ini membuat mereka semakin menyukai diri mereka sendiri dan orang lain, meningkatkan kemampuan dalam mengatasi konflik dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Tetapi, berbeda dengan asumsi kebanyakan orang yang cenderung berpikir materialistis tentang korelasi kebahagiaan dengan banyaknya uang, Richard Wiseman, penulis buku ini justru menemukan bahwa mengungkapkan rasa syukur, membayangkan masa depan yang sempurna serta menulis hal-hal yang bersifat kasih terbukti ampuh dapat meningkatkan kebahagiaan seseorang, menurunkan tingkat stres, bahkan menurunkan kadar kolesterol secara signifikan.

Sedangkan, lingkungan yang dirasa nyaman ternyata, menurut hasil penelitian yang lain, mampu merangsang munculnya ideide yang lebih kreatif dan menarik bagi orang-orang yang berada di dalamnya. Dengan kata lain, kreativitas manusia dapat ditumbuhkan dengan cara menciptakan kondisi yang lebih nyaman baginya.

Salah satu cara yang sederhana untuk membangkitkan munculnya pemikiran kreatif adalah dengan meletakkan tanaman dan bunga di dalam sebuah ruangan, dan, jika memungkinkan, pastikan jendela menghadap ke pepohonan dan rumput, bukan ke arah beton atau besi.

Namun, apabila kita tidak dapat menghadirkan unsur alam ke dalam lingkungan atau ruangan sekitar, maka pergi ke daerah hijau terdekat dapat menjadi solusi yang efektif. Dekorasi ruangan yang berwarna hijau juga terbukti mampu memancing pemikiran yang kreatif dan inovatif bagi orang di sekitarnya. Ratusan hasil studi yang berasal dari berbagai bidang ilmu perilaku dikumpulkan oleh Wiseman dalam satu buku setebal 428 halaman ini.

Kata-kata yang Membangkitkan Asa

Surel Cetak PDF

Resensi Sejuta Surat Cinta karya Jodi Ann Bickley

Harian Nasional | Minggu, 30 November 2014 | Lusiana Dewi


Barangkali hanya Peter Parker yang beruntung karena gigitan serangga. Dia kemudian bisa berubah menjadi manusia superhero, Spiderman, meskipun itu hanya cerita fiksi. Di dunia nyata, digigit serangga justru mustahil bisa mengubah seseorang menjadi superhero. Hal itu sebagaimana yang dialami oleh Jodi Ann Bickley yang terpapar dalam buku berjudul “One Million Lovely Letters”. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul buku “Sejuta Surat Cinta”.

Dalam buku tersebut, Jodi menuliskan memoar kehidupannya. Kehidupannya memang tidak bisa dibilang nyaman. Orangtuanya harus berpisah lantaran mereka bercerai. Sang ayah yang ugal-ugalan, tidak bertanggung jawab terhadap keluarga, bahkan kepada Jodi sebagai anaknya. Kehidupan pun berjalan dengan suasana yang jauh dari posisi nyaman hingga Jodi berusia dewasa.

Singkat cerita, Jodi digigit oleh seekor binatang yang termasuk dalam jenis spesies serangga. Ya, Jodi digigit oleh serangga yang bernama tungau. Tungau merupakan jenis kutu kecil yang berwarna merah yang sering terdapat pada kulit ayam atau lain sebagainya. Tidak disangka bahwa gigitannya bisa membuat Jodi merasa hampir mati. Dokter pun memvonis bahwa Jodi mengidap infeksi otak akut akibat gigitan serangga bernama tungau tersebut. (hlm. 33).

Dalam sakitnya itu, hari-hari Jodi diisi dengan hal-hal yang membuatnya frustrasi. Dia tidak lagi bisa bekerja. Jangankan bekerja, berjalan saja susah. Salah satu kakinya tidak bisa digerakkan. Syaraf antara otak dan kaki kanannya bahkan tidak tersambung dengan baik sehingga ketika otak memerintahkannya berjalan, kakinya tidak bisa diajak berkompromi.

Hari-hari putus asa itulah yang membuatnya gemar menulis surat. Dia menulis surat untuk orang-orang yang berada di dalam kehidupannya. Dia menulis surat untuk ibunya, adiknya, pacarnya, mantan pacarnya, sahabatnya, dan orang-orang yang dikenalnya. Bahkan, perawat baik hati yang merawatnya di rumah sakit dan memberikan ketenangan pun masuk dalam objek suratnya.

Siapa yang menyangka bahwa surat-surat yang dia tulis dalam keadaan putus asa itu justru membuat dirinya termotivasi. Terlebih lagi, ada orang yang mengirim surat kepadanya atau orang yang membalas suratnya. Semangatnya pun bangkit. Hidupnya semakin menjadi berarti dengan itu .

Padahal, hari-harinya dilalui dengan rasa putus asa karena memang berat untuk ditanggung. Selain karena sakit akibat infeksi otak akut yang disebabkan oleh gigitan tungau tersebut, Jodi juga berasal dari keluarga yang bisa dikatakan tidak menyenangkan.

Jodi menganggap dirinya sebagai orang yang terbuka. Dia pun menganggap bahwa pada dasarnya semua orang itu baik. Jadi, ketika mereka tidak seperti yang diharapkan oleh Jodi, ketika orang mengatakan hal-hal yang melukai dan menindas, hal itu membuatnya rentan..

Kekuatan Jodi ketika itu memang bukan fisiknya. Akan tetapi, kata-kata yang dituangkannya dalam bentuk surat, sungguh menjadi keajaiban tersendiri yang memotivasi dirinya untuk bangkit dari berbagai hal yang membuatnya terpuruk, termasuk infeksi otak yang dideritanya.

Dengan motivasi dari sejumlah surat itu, Jodi melakukan gebrakan dalam hidupnya. Kekuatan pun muncul untuk menghidupkannya. Dia bangkit, dia menatap masa depan, dia meraih asa, dan dia akhirnya bisa berjalan secara normal.

Hidup, menurut Jodi, bisa benar-benar mematahkan hati. Kematian, penyakit, kekurangan uang, sebuah gigitan tungau—hidup tahu bagaimana melemparkan semuanya kepada kita. Namun, tidak ada yang lebih menakutkan daripada kekuatan pikiran kita sendiri. Tak seorang pun tahu ketakutan dan keraguan kita sebaik diri kita sendiri dan dihantui ketakutan serta keraguan itu membuat kita lebih berantakan dibandingkan hal lain. (hlm. 246).

Bangkit Lagi, Hitler Bernostalgia di Era Modern

Surel Cetak PDF

Resensi buku Hitler Bangkil Lagi karya Timur Vermes

Sayangi.com | Kamis, 18 September 2014 | Moh. Ilyas


Seorang sosok yang selama ini dikenal dengan kekejamannya, tiba-tiba hadir ke permukaan sebagai seorang romantis, yang hari-harinya diiringi dengan nostalgia masa lalu. Inilah yang terjadi pada Adolf Hitler dalam buku Hitler Bangkit Lagi ini.

Pada Musim Panas 2011, tepatnya di Kota Berlin, Jerman, Hitler tiba-tiba hidup lagi. Ia terdampar di sebidang tanah kosong. Ia tampak sehat. Namun segalanya telah berubah – tak ada Eva Braun, tak ada Nazi, tak ada perang. Hitler pun hampir tak mengenali tanah tercintanya yang penuh imigran dan dipimpin oleh seorang wanita.

Tak ada pikiran lain kala ia terbangun dari tidur panjangnya selama 65 tahun itu, melainkan hanya keheran-heranan. Ia melihat mobil yang lebih kecil dari yang dia lihat di masanya, namun terlihat lebih canggih. Ketika tatapan matanya mengarah pada rumah-rumah yang memiliki cat baru, dengan berbagai warna, tiba-tiba ia teringat pada gula-gula di masa kanak-kanak. Tak ada yang akrab dari lingkungan barunya tahun itu. Bahkan kepalanya pusing, mengingat semuanya terasa aneh, jauh dari jangakauan memori otaknya.

Begitu pun dengan orang-orang di sekitarnya. Ketika ia mengaku bahwa dirinya adalah Hitler, tak ada yang membenarkannya. Ia mencoba memberanikan diri bertanya kepada seorang perempuan tua tentang jalan menuju istana Kanselir Reich? Tapi orang tua itu malah meletakkan telunjuk ke kepalanya, tidak mengerti apa yang ditanyakan Hitler.

Namun Hitler masih sedikit berbangga. Salam Nazi di Berlin masih tetap bertahan, meski sudah tidak banyak orang melakukannya. Salam Nazi yang dilakukan dengan cara mengangkat kedua tangan, membengkokkan jari telunjuk dan jari tengah bersama, kemudian menyentakkannya ke atas dan ke bawah dua kali, membuatnya berpikir:

"Aku nyaris tak bisa membuat diriku menerima bahwa setelah 66 tahun hanya ini yang tersisa dari salah satu penghormatan Nazi yang dulu kaku itu. Ini merupakan kejuatan yang sangat dahsyat, namun juga sebuah tanda bahwa pengaruh politikku tidaklah lenyap sama sekali dalam tahun-tahun ini."

Teguh Pendirian

Usai bangun dari tidur panjangnya, Hitler “diselamatkan” oleh seorang penjual koran. Bersama dia, Hitler mulai sedikit memahami tentang dunia baru, dunia modern yang masih asing dalam pikirannya, yang selalu terngiang-ngiang tentang masa masa lalunya.

Kepada tukang koran, Hitler berkali-kali mengaku bahwa dirinya adalah Adolf Hitler, sang pemimpin Nazi yang dikenal dengan kekejamannya. Tetapi berkali-kali pengakuan itu, berkali-kali pula Si Tukang Koran mengabaikannya. Hitler pun tidak mau menuruti keinginan tukang koran itu untuk menanggalkan pakaiannya yang sudah lusuh di badannya. Hitler teguh dengan pendiriannya dan menegaskan bahwa menanggalkan pakaian adalah pengkhianatan terhadap rakyat Jerman.

Ia berujar, “Haruskah aku mengingkari kehidupanku, pekerjaanku, rakyatku? Kau tak boleh memintaku melakukannya. Aku akan terus mengenakan seragam ini hingga tetes darah terakhir tumpah. Aku tidak akan, seperti yang dilakukan brutus kepada Casar, melakukan tindakan pengkhianatan yang menyedihkan. Aku tidak akan menikam dari belakang untuk kedua kalinya mereka yang telah memberikan nyawa mereka untuk pergerakan.

Meski pengakuan tentang identitas dirinya tak mendapatkan respon positif, namun hampir tak ada yang menampik dan menolak pikiran-pikiran bernasnya serta nostalgia tentang perang berikut strateginya dan tentang peristiwa di masa lalu. Pemikiran-pemikiran bernas itulah yang kemudian mengantarkannya tergabung dalam dunia pertelevisian.

Jika selama ini ia dikenal dengan revolusinya, meskipun menuai banyak kritik karena dilakukan dengan cara yang kejam, namun ia tetap berdiri tegak dalam pendiriannya. Ia tetap mengumandangkan bahwa Ini Jerman membutuhkan perubahan. Jerman membutuhkan sebuah revolusi. Ia memulai ide ini dengan meletakkan jiwa tanggung jawab dalam diri tiap individu di Jerman, selain pula kekuatan. Ia menegaskan perlunya sebuah kepemimpinan yang mengambil keputusan dan mempertahankannya dengan jiwa dan raga, dengan segalanya.

Jika kalian ingin menyerang Rusia, kalian tidak bisa mengatakan, sebagaimana yang akan dikatakan kolega kalian: sebenarnya, kami semua memutuskan ini bersama-sama.” Jiwa tanggung jawab ini yang dikampanyekan oleh Hitler bersama tim yang kelak menjadikannya sebagai sosok populer melalui media televisi bahkan hingga youtube. Tidak hanya itu, baginya juga tidak ada yang lebih berbahaya bagi sebuah gerakan baru selain keberhasilan yang terlalu pesat.

Dalam perjalanan selanjutnya, ia menjadi populer dan menjadi perbincangan, termasuk bintang Youtube. Ia tampil di berbagai televisi dan komentar-komentarnya selalu ditunggu. Ia pun mampu meyakinkan banyak orang terhadap argumentasi-argumentasi dan pemikiran-pemikirannya, tapi tidak dengan identitasnya. Seribu kali dia mengaku Hitler, seribu kali juga penolakan atas pengakuan itu muncul. Tapi bukan Hitler namanya jika menyerah begitu saja. Ia tetap berusaha meyakinkan semua orang bahwa sosok yang hidup lagi itu benar-benar dia, Hitler.

Buku yang memiliki judul asli “Look Who’s Back” ini kaya sejarah, terutama yang bertalian dengan pengalaman dan pengetahuan sang Fuhrer, Hitler. Mulai dari soal musuh-musuh politiknya, pembantaian terhadap Yahudi, hingga strategi perang yang dituturkannya kepada khalayak, melalui televisi.

Kelebihan buku ini terletak pada bagaimana kekuatan imaji penulis dalam menampilkan sosok Hitler di era modern. Keterlibatan Hitler dalam kehidupan sehari-hari di era modern digambarkan seolah-olah begitu nyata terjadi. Penulis buku ini mampu menyandingkan Hitler yang kaya dengan kisah masa lalu, dengan dunia kemodernan yang serba canggih saat ini. Sinergitas kisah masa lalu dan hari ini menjadi nilai plus tersendiri. Kita yang menyukai tema-tema soal kepemimpinan, strategi perang maupun kondisi Jerman di bawah kendali Hitler, layak membaca buku ini. Selamat Membaca!

Kisah dan Humor Seputar Surta

Surel Cetak PDF

Resensi Buku Peta Kamasurta (Sukendra Martha)

www.technologyindonesia.com | Senen, 07 September 2009

 

 

Selama ini, mungkin kita membuka peta ketika ada kepentingan sesaat: mencari lokasi tertentu, mendatangi undangan perkawinan dan mudik lebaran. Padahal tanpa disadari, peta sangat lekat dalam kehidupan keseharian manusia.

Ketika kita berjalan melalui rute tertentu, berulang-ulang, secara tak terasa seakan ada arah yang memandu langkah kita. Naluri spasial inilah yang disebut "peta mental" (mental map). Seperti burung yang terbang ke suatu tujuan tanpa perlu membawa GPS, manusia memang dianugerahi Tuhan kemampuan spasial.

Selengkapnya...

Pesan Sebuah Surat Pendek

Surel Cetak PDF

Ulasan Buku Terrorist (John Updike) dan The Attack (Yasmina Khadra)

Ruang Baca Koran Tempo | Edisi 64, Agustus 2009 | Ihsan Ali-Fauzi

 

 

Hampir tiap hari kita dicekoki berita tentang aksi-aksi terorisme bunuh diri. Umumnya dari luar negeri (Irak, Pakistan, Afganistan, dan lainnya, sesekali London atau Madrid). Tapi juga dari dalam negeri, seperti yang terjadi di Jakarta 17 Juli lalu.

Anda muak? Saya, terus terang, ya. Apalagi ada stasiun teve yang seperti hendak menjadikannya semacam reality show. Menyaksikannya, saya seperti mau muntah!

Selengkapnya...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL