You are here Info Buku Resensi Buku

Resensi Buku

Catatan Harian Orang Terbuang

Surel Cetak PDF

I Saw Ramallah; Akhirnya Kulihat Ramallah, Mourid Barghouti, Pustaka Alvabet, Jakarta, 2006

SEJARAH tentang pendudukan tak pernah meninggalkan kenangan manis. Bahkan pendudukan selalu menyisakan kegelapan, dan kengerian, seperti segumpal kabut yang sulit disingkap bagi penduduk suatu negeri yang kalah.

Selengkapnya...

Kekerasan Atas Nama Kehormatan

Surel Cetak PDF

Oleh: Damhuri Muhammad

Perempuan hamil tua itu duduk dalam posisi membungkuk sambil membilas tumpukan cucian. Sayup-sayup terdengar pintu berderit. Saat menoleh ke belakang, lelaki bertubuh besar sudah berdiri di hadapannya. Orang itu, Hussein, suami kakak perempuannya, Noura. "Jadi, perutmu sudah besar, ya?" tanya Hussein, beringas.

Selengkapnya...

Menengok Penerapan syariat Islam

Surel Cetak PDF

Oleh: Basuki Eka Purnama

BAGI umat Islam, hukum Allah diekspresikan dengan kata fiqh (fikih) dan syari'ah (syariat). Fikih bermakna pemahaman dalam pengertian yang luas. Contoh fikih, misalnya seluruh upaya untuk mengelaborasi rincian hukum ke dalam norma spesifik negara, menjustifikasikannya dengan perujukan kepada wahyu, mendebatnya atau menulis kitab dan risalah tentang hukum.

 

Selengkapnya...

Saat Perempuan Jadi Aib

Surel Cetak PDF

Jawa Pos, Minggu, 21 Mei 2006


MENJADI ayah atau ibu bagi seorang jabang bayi yang lahir dari "buah perkawinan" adalah dambaan bagi semua orang tua. Tapi saat bayi yang lahir ke dunia itu berjenis kelamin perempuan, sebagian orang masih menganggap itu merupakan nasib sial. Kelahiran bayi perempuan masih dianggap "aib", luka, dan sebuah tragedi. Pandangan kuat seperti itu tak lain karena perempuan masih dianggap mahluk tak penting, tak bisa meneruskan kepemimpinan sang ayah dan dinilai tak membawa masa depan keluarga di kemudian hari.

Selengkapnya...

Politik Syariat Islam: Dari Indonesia hingga Nigeria

Surel Cetak PDF

Oleh: Husnul Atiyah, aktivis Kultura Society Jakarta

Persoalan politik syari'at Islam memang bukan barang baru. Dan, bukan barang baru pula kalau dalam setiap pembahasan tentangnya selalu menyisakan jalan tanpa akhir. Selalu akut dan absurd. Baik pihak pro maupun kontra sama-sama tak pernah menyerah untuk memperjuangkan prinsip dan kepentingannya. Akibatnya, diskursus tentang syari'at Islam, dari waktu-ke waktu, selalu menjadi perdebatan hangat meskipun membosankan karena hampir tidak ada perspektif yang baru-baru amat. Semua selalu hadir dalam bentuk barang lama kemasan baru, old wine in the new bottle. Ujung-ujungnya, yang satu ingin memproklamirkan negara Islam, sedang yang lain menolaknya sembari mengajukan bentuk alternatif, yakni negara sekuler.

Selengkapnya...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL