You are here Shop Alvabet Sejarah Tentara Terakota
PDFCetakE-mail
Tarian Dua WajahTerorisme di Indonesia

Tentara Terakota
Tampilkan Gambar Lebih Besar


Tentara Terakota

Harga: Rp 68.000,00

Klik disini jika ada yg ingin ditanyakan

BELI ONLINE

DATA BUKU

Judul: Tentara Terakota
Penulis: John Man
Penerjemah: Haris Priyatna
Proofreader: Asep Sofyan
Desain sampul: Ujang Prayana
Tata letak: Priyanto
Genre: Sejarah
Penerbit: Alvabet
Cetakan: I, Desember 2017
Ukuran: 13 cm x 20 cm
Tebal: 388 halaman (32 halaman warna)
ISBN: 978-602-6577-20-7
Harga: Rp. 68.000,-

 

SINOPSIS

Tentara Terakota adalah patung-patung prajurit dan kuda yang ditemukan di sekitar makam Kaisar Pertama China Qin Shi Huang. Tentara Terakota pertama kali ditemukan pada 1974 oleh beberapa petani setempat di dekat Xi’an, Provinsi Shaanxi. Jumlah patung-patung itu diperkirakan lebih dari 8.000 prajurit, 130 kereta dengan 520 kuda dan 150 kuda kavaleri, yang sebagian besar masih terkubur di banyak lubang. Para arkeolog percaya bahwa ada banyak lubang yang belum ditemukan.

Terkubur di dalam tanah sejak 210 SM, Tentara Terakota bertugas sebagai “tentara gaib” penjaga makam sang kaisar. Kaisar Qin Shi Huang, penguasa brilian sekaligus kejam pemersatu China dan pembangun Tembok Besar pertama, konon dihinggapi paranoia dan berambisi untuk tetap berkuasa bahkan dalam kehidupan di alam baka. Tak pelak, di sekeliling gundukan makam raksasanya, yang hingga kini tetap tertutup, lubang-lubang terowongan lain menyembunyikan dunia gaib para pejabat negara, prajurit, kereta, kuda, penghibur, dan musisi.

Penemuan ini mengungkap salah satu rahasia besar dalam sejarah China, dan sekaligus membuka jalan bagi penemuan arkeologis terbesar sepanjang masa. Dan, dengan merangkai sejarah dan pengalaman tangan-pertama dari berbagai perjalanannya di China, John Man mengisahkan riwayat bagaimana dan mengapa artefak-artefak yang mengagumkan ini diciptakan pada abad ke-3 SM.


ENDORSMEN

“John Man menampilkan bangsa kuno dalam sebuah lanskap asing sedemikian rupa sehingga mereka benar-benar hidup.” The Guardian

“Penemuan Tentara Terakota… merupakan temuan arkeologis terbesar di abad ke-20.” —Sunday Times

“Brilian dan sangat enak dibaca. Lebih mirip kisah petualangan… dengan detail yang mengagumkan.” —Library Journal

“Kisah yang mendalam mengenai akar pembentuk kebudayaan unik China.” —Sun Lakes Splash

 

PENULIS

John Man, bermukim di London, adalah sejarawan dan travel writer dengan minat khusus ihwal Mongolia. Setelah menyelesaikan studi mengenai Jerman dan Prancis di Oxford, ia mengambil dua program sekolah pascasarjana: kajian sejarah sains di Oxford dan studi bangsa Mongol pada School of Oriental and African Studies di London.

Karyanya, Gobi: Tracking the Desert, adalah buku pertama tentang topik tersebut sejak 1920-an. Ia juga pengarang Atlas of the Year 1000, sebuah potret dunia pada pergantian milenium; Alpha Beta, tentang awal mula alfabet; The Gutenberg Revolution, sebuah telaah tentang asal-usul dan dampak percetakan; The Great Wall, buku sejarah mengenai situs keajaiban dunia di China, Tembok Besar; dan The Leadership Secrets of Genghis Khan, prinsip dan rahasia sukses kepemimpinan Jenghis Khan. Selain itu, John Man juga menulis Genghis KhanKublai Khan, dan Attila the Hun—ketiganya buku mengenai biografi tokoh legendaris dalam sejarah kekaisaran kuno.

Berkat karya-karya itu, John Man dengan cepat menjadi salah satu sejarawan dunia yang tulisannya paling banyak dibaca.