![]() Tampilkan Gambar Lebih Besar |
Para Filsuf Muslim Paling Berpengaruh |
|
|
Harga:
Rp 130,00
|
||
| Klik disini jika ada yg ingin ditanyakan | ||
DATA BUKU Judul: Para Filsuf Muslim Paling Berpengaruh: Sejarah Pemikiran Filsafat di Dunia Islam dari al-Kindi sampai Ibnu Miskawaih Penulis: Dr. Muhammad Luthfi Jum’ah Genre: Sejarah Penerbit: Alvabet Cetakan: I, Januari 2026 Ukuran: 15 x 23 Tebal: 512 halaman (2,7 cm) Berat: 450 gr ISBN: 978-623-220-229-0 Harga: Rp. 130.000
SINOPSIS Peradaban Islam pada masa keemasan banyak melahirkan para pemikir genius di berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti kedokteran, astronomi, matematika, fisika, dan filsafat. Dimulai dari era Abbasiyah I (132-232 H), dilakukan penerjemahan besar-besaran karya-karya asing—sebagian besar dari Yunani—ke dalam bahasa Arab di Baghdad. Inilah era penerjemahan. Lanjut ke era Abbasiyah II (232-334 H), era pengembangan dan penemuan. Pada era inilah muncul filsuf al-Kindi. Lanjut ke era Abbasiyah III (334-474 H). Pada era ini muncul filsuf Ibnu Sina, Ikhwan Shafa, dan al-Ghazali. Lanjut ke era Abbasiyah IV (474 H hingga runtuhnya), ilmu pengetahuan—terutama filsafat—berpindah ke Andalusia yang memunculkan para filsuf seperti Ibnu Bajjah, Ibnu Thufail, dan Ibnu Rusyd. Buku ini memaparkan secara detail dua belas filsuf Muslim paling penting, dari al-Kindi sampai Ibnu Miskawaih. Tidak hanya dari sisi kehidupan dan aktivitas, tetapi juga dari sisi pemikiran filsafat dalam karya mereka. Juga perdebatan filosofis yang seru, terutama antara al-Ghazali dan Ibnu Rusyd. Mereka tidak hidup sezaman dan setempat, tetapi pemikiran “Hujjatul Islam” al-Ghazali dalam kitab Tahafut al-Falasifah yang menyerang filsafat al-Farabi dan Ibnu Sina yang Aristotelian, menggugah “Hujjatul Hikmah” Ibnu Rusyd untuk membela filsafat dengan kitabnya, Tahafut at-Tahafut. Inilah pergulatan filosofis paling epik dalam sejarah filsafat Islam. Dua tokoh ini juga yang selama berabad-abad sangat berpengaruh di dunia: al-Ghazali di Timur dan Ibnu Rusyd di Barat. *** “Buku ini merupakan pengantar yang menyenangkan dan menarik ke dunia filsafat". —Goodreads
PENULIS Muhammad Luthfi Jum’ah. Lahir di Alexandria, Mesir, tahun 1886. Ia adalah penulis, penerjemah, novelis, advokat, dan aktivis. Ia juga anggota Akademi Ilmiah Arab di Damaskus. Pada 1903, ia pergi ke Beirut dan mendaftar di American College untuk belajar filsafat. Ia kemudian kembali ke Mesir untuk memperoleh diploma mengajar pada 1904. Ia menerima gelar sarjana muda pada 1907. Ia kemudian pergi ke Prancis dan mendaftar di Universitas Lyon pada 1908. Ia memperoleh gelar sarjana hukum pada 1910. Ia kemudian lulus ujian advokat pada 1912 dan diterima sebagai advokat. Ia kembali ke Prancis untuk meraih gelar doktor dari Fakultas Hukum Universitas Lyon pada akhir 1912 dan kemudian kembali ke Kairo. Di antara karya-karyanya: Muhâdharât fi Târîkh al-Mabâdi’ al-Iqtishâdiyyah wa an-Nizhâmât al-Aurubiyyah, Hikam Nabuliyun, Tidzkâr ash-Shabâ, asy-Syihâb ar-Rasyîd, Baina al-Asad al-Afriqi wa an-Namr al-Ithali, al-Hikmah al-Masyriqiyyah, Fi Wâdi al-Humûm, Hayâh asy-Syarq, Mâ’idah Aflathun: Kalâm fi al-Hubb, Layâli ar-Rûh ath-Thâ’ir, dan Tsaurah al-Islâm wa Bathal al-Anbiyâ’. Ia meninggal pada 15 Juni 1953 |
||
|
|
||
You are here









