You are here Shop Alvabet Sejarah Suma Oriental
JA slide show
PDFCetakE-mail
Suluk Imam TirmidziSurat Terbuka untuk Bangsa Kristen

Suma Oriental
Tampilkan Gambar Lebih Besar


Suma Oriental

Harga: Rp 159.000,00

Klik disini jika ada yg ingin ditanyakan

BELI DI TOKOPEDIA

BELI DI SHOPEE

DATA BUKU

Judul: Suma Oriental: Catatan Menyeluruh tentang Geografis, Sejarah, Etnografi, Botani, Ekonomi, Politik, dan Budaya Dunia Timur Abad ke-16
Penulis: Tomé Pires
Genre: Sosial/Traveler
Penerbit: Alvabet
Cetakan: I, Maret 2026
Ukuran: 15 x 23 cm
Tebal: 480 halaman (2,6 cm)
Berat: 480 gr
ISBN: 978-623-220-234-4
Harga: Rp. 159.000

 

SINOPSIS

Buku ini berisi catatan menyeluruh tentang kondisi geografis, politik, ekonomi, dan sosial di wilayah Asia, mulai dari Laut Merah, Persia, India, Asia Tenggara, kepulauan Nusantara, hingga China, dengan fokus utama pada jalur perdagangan, pelabuhan, dan komoditas bernilai tinggi. Penulis mencatat peran penting kota-kota pelabuhan sebagai pusat pertukaran barang, budaya, dan kekuasaan, serta menjelaskan hubungan dagang antarwilayah yang membentuk jaringan perdagangan internasional.

Suma Oriental ini menaruh perhatian besar pada perdagangan rempah-rempah—seperti lada, cengkih, dan pala—yang menjadi komoditas utama dunia pada awal abad ke-16. Penulis menggambarkan dunia Asia sebagai jaringan perdagangan besar. Dalam karya ini, wilayah Indonesia menempati posisi sangat penting karena dipandang sebagai sumber utama rempah-rempah dunia dan pusat perniagaan internasional. Bagian paling menonjol adalah Kepulauan Maluku—Ternate, Tidore, dan Banda—yang digambarkan sebagai satu-satunya sumber cengkih dan pala di dunia.

Suma Oriental merupakan sumber sejarah penting yang memberikan gambaran awal Asia sebelum dominasi kolonial Eropa sepenuhnya. Buku ini membantu kita memahami bagaimana dunia Timur dipandang oleh bangsa Eropa pada masa awal ekspansi maritim dan perdagangan global.

 

PENULIS

Tomé Pires (1468 –1524/1540) adalah seorang apoteker, administrator kolonial, dan diplomat Portugis. Pada tahun 1510 ia ditugaskan oleh Istana Portugis untuk bertugas sebagai “faktor obat-obatan” di India, dan tiba di Cannanore pada tahun 1511. Pada tahun 1512 ia dikirim ke kota pelabuhan Melaka, yang baru saja direbut oleh Portugis. Di sana, ia bertugas sebagai kepala akuntan untuk pabrik kerajaan. Sekembalinya ke India pada tahun 1515, Pires dikirim ke Tiongkok sebagai duta besar dari Raja Portugal untuk Istana Ming. Misinya gagal ketika istana Tiongkok menolak mengakuinya karena aktivitas pedagang Portugis yang semakin bermusuhan di wilayah tersebut. Pires tidak pernah meninggalkan Tiongkok; ia dieksekusi oleh Tiongkok pada tahun 1524 atau mungkin dibuang seumur hidup ke provinsi terpencil di Tiongkok.

Tulisan ini adalah catatan pertama yang komprehensif dan andal tentang Asia di sebelah timur India, sebuah wilayah yang hampir tidak dikenal Eropa pada abad itu.  Di antara sekian banyak pencapaiannya, buku ini memuat deskripsi Eropa pertama tentang Kepulauan Melayu dan Kepulauan Rempah. Catatan sejarah Malaka adalah yang paling awal diketahui dan mengandung banyak informasi yang tidak ditemukan di tempat lain. Pires juga orang pertama yang menggunakan nama Jepang, mengejanya sebagai Jampon. Detail dan akurasi deskripsinya tentang Sumatra dan Jawa “luar biasa” dan tidak tertandingi selama “beberapa abad”.

Naskah Suma Oriental tidak pernah diterbitkan oleh Tome Pires dan tidak diperhatikan hingga sebuah naskahnya ditemukan dalam sebuah arsip kuno di Paris pada tahun 1944. Ada tiga versi Suma Oriental. Versi paling lengkap disimpan di Bibliothèque de l’Assemblée Nationale, Paris, diterbitkan oleh Armando Cortesão melalui Hakluyt Society. Naskah inilah yang paling sering dijadikan referensi