![]() Tampilkan Gambar Lebih Besar |
Pengaruh Dunia Timur terhadap Yunani |
|
|
Harga:
Rp 110.000,00
|
||
| Klik disini jika ada yg ingin ditanyakan | ||
DATA BUKU Judul: Pengaruh Dunia Timur terhadap Yunani: Asal-Usul, Akar, dan Sejarah Kuno Ilmu PengetahuanPenulis: Dr. Mahmud Muhammad AliGenre: SejarahPenerbit: AlvabetCetakan: I, Juni 2026Ukuran: 13 x 20 cmTebal: 360 halaman (1,9 cm)Berat: 360 grISBN: 978-623-220-240-5Harga: Rp 110.000
SINOPSIS Yunani sering kali dianggap sebagai asal dan pencipta pertama ilmu pengetahuan di dunia, mulai dari kedokteran, matematika, hingga astronomi. Ibarat matahari, ia menyinari dunia dengan cahaya ilmu pengetahuan, dan semua bangsa memperoleh cahaya itu lalu menciptakan peradaban besarnya. Anggapan ini telah banyak dilontarkan oleh sejumlah ilmuwan Barat untuk mengunggulkan Barat di satu sisi dan di sisi lain mengaburkan sejarah ilmu pengetahuan di dunia Timur. Buku ini mengkritik anggapan itu, bahwa sejarah ilmu pengetahuan sejatinya adalah hasil interaksi saling silang antarbangsa kuno, Timur dan Barat, dan dalam konteks ini Yunani mengambil banyak sekali ilmu pengetahuan dari dunia Timur. Mereka mempelajari hingga paling dasar dari ilmu pengetahuan itu lalu mengungkap hukum-hukum atau teori-teori yang mendasari ilmu kedokteran, matematika, dan astronomi. Dengan kata lain, mereka mendalami ilmu pengetahuan praktis dari dunia Timur kemudian menemukan hukum- hukumnya dan mengembangkan lebih jauh. Melalui penelusuran sejarah yang teliti terutama fokus di bidang ilmu kedokteran, matematika, dan astronomi, buku ini akan menunjukkan dengan jelas pengaruh besar dunia Timur terhadap ilmu pengetahuan Yunani. Bagaimana proses transfer pengetahuan itu terjadi dan seperti apa perkembangannya, buku ini akan menjawabnya. Jadi, ilmu pengetahuan Yunani tanpa akar dunia Timur mungkin tak akan pernah lahir, dan “keajaiban Yunani” tak akan pernah ada. *** “Pada awalnya, orang-orang mengira bangsa Yunani adalah asal usul ilmu pengetahuan dan peradaban; bahwa ilmu, seni, dan sastra mereka adalah ciptaan mereka. Tetapi hasil-hasil penggalian arkeologis di Mesir, Lembah Sungai Efrat, India, Tiongkok, dan lainnya, menunjukkan bahwa Timur Kuno adalah sumber (akar) ilmu pengetahuan dan peradaban".
PENULIS Mahmud Muhammad Ali. Salah satu pemikir Mesir kontemporer terkemuka. Ia menulis tentang filsafat Islam, sufisme, teologi, logika, dan metodologi penelitian. Ia lahir di kota Akhmim, Kegubernuran Sohag, 24 Juli 1966. Ia memulai pendidikan dasar di Akhmim hingga lulus tahun 1977. Ia melanjutkan pendidikan menengah di Akhmim, mendaftar di Sekolah Menengah Akhmim dan lulus tahun 1984. Selanjutnya, ia kuliah di Universitas Assiut dan memperoleh gelar Sarjana Filsafat tahun 1988. Ia kemudian meraih gelar Master di Departemen Filsafat, Universitas Kairo, tahun 1990. Ia memulai penelitian doktoral di Universitas South Valley hingga memperoleh gelar doktor di sana tahun 1995. Setelah itu, ia diangkat sebagai dosen logika dan filsafat ilmu di Fakultas Seni, Universitas Helwan. Ia dipromosikan menjadi asisten profesor tahun 2004 dan menjadi profesor penuh tahun 2012. Di antara karyanya: Jamaliyyât al-‘Ilm (Estetika Ilmu Pengetahuan), al-‘Alâqah baina al-Manthiq wa ‘Ilm Ushûl al-Fiqh (Hubungan antara Logika dan Ilmu Ushul Fikih), al-Manthiq ash-Shuwari al-Qadîm baina al-Ashâlah wa al-Mu‘âshirah (Logika Formal Klasik antara Otentisitas dan Modernitas), an-Nahw al-‘Arabi wa ‘Alâqatuh bi al-Manthiq (Tata Bahasa Arab dan Hubungannya dengan Logika), dan al-‘Alâqah baina al-Manthiq wa at-Tashawwuf fi Turâtsina al-Fikri: as-Suhrawardi al-Maqtûl Namûdzajan (Hubungan antara Logika dan Sufisme dalam Warisan Intelektual Kita: as-Suhrawardi al-Maqtul sebagai Studi Kasus). |
||
|
|
||
You are here









