You are here Shop Alvabet Sastra/Fiksi Sawitri dan Tujuh Pohon Kelahiran
PDFCetakE-mail
SashenkaSaya Nujood, Usia 10 dan Janda

Sawitri dan Tujuh Pohon Kelahiran
Tampilkan Gambar Lebih Besar


Sawitri dan Tujuh Pohon Kelahiran

Harga: Rp 59.000,00

Klik disini jika ada yg ingin ditanyakan

BELI ONLINE

DATA BUKU

Judul: Sawitri dan Tujuh Pohon Kelahiran: Novel Menakjubkan tentang Nilai-nilai Kehidupan
Penulis: Mashdar Zainal
Editor: Nadya Andwiani
Penyelia: Fajar Kurnianto
Proofreader: Chaerul Arif
Desain Sampul: Ujang Prayana
Tata letak: Alesya Eka S.
Genre: Novel
Penerbit: Alvabet
Cetakan: I, Maret 2018
Ukuran: 13 x 20 cm
Tebal: 296 halaman (1,6 cm)
ISBN: 978-602-6577-22-1
Berat: 380 gram

 

Sinopsis

Novel ini bercerita tentang Sawitri, seorang ibu di sebuah keluarga desa, yang selalu menanam pohon dengan karakter berbeda-beda untuk setiap anak yang ia lahirkan. Dia berharap, anak-anaknya kelak akan tumbuh dan hidup dengan karakter seperti karakter pohon-pohon itu. Tak hanya itu, bagi Sawitri, pohon-pohon itu juga menjadi obat kangen, penghibur, pengingat, dan penanda manakala anak-anaknya telah pergi merantau—meniti jalan hidupnya masing-masing—dan tak kembali untuk sekian lama.

Tujuh anak Sawitri kelak memang tumbuh dengan karakter dan kisahnya masing-masing. Ada kisah berliku yang sarat tragedi, kesedihan, kepiluan, trauma, perjuangan, kesulitan, kekerasan. Ada pula kisah yang lurus, menyenangkan dan membahagiakan. Dari warna-warni kisah itu, novel apik nan menyentuh hati ini mengajak kita masuk ke dalam relung batin dan rasa masygul orangtua yang ditinggalkan anak-anaknya, juga anak-anak yang jauh dari orangtuanya.

Di atas semua itu, kita dapat mengambil hikmah dan inspirasi tentang sikap dan nilai-nilai yang penting guna mengarungi samudra kehidupan: kesabaran, keikhlasan, kepasrahan, ketulusan, keteguhan, kegigihan, pantang menyerah, serta kasih sayang dan kecintaan yang besar pada keluarga dan kampung halaman. Inilah novel yang akan menggugah hati dan jiwa kita.

*****

“Menempatkan pohon sebagai subjek cerita, novel ini sedang mengujarkan suatu tema ekologi secara metaforis. Tema ini penting sebagai counter—setidaknya sebagai imbangan—terhadap tema-tema ‘milenial’ yang sekarang tengah digandrungi.” —Kiki Sulistyo, Penyair, Peraih Kusala Sastra Khatulistiwa 2017

“Dongeng yang indah tentang hubungan-hubungan, cinta, dan garis nasib manusia yang ada di dalamnya. Mashdar Zainal memiliki ketekunan dan detail bagus dalam mengungkap 'absurditas' manusia ketika harus melewati 'lorong waktu' yang tak mudah dipahami.” —Yanusa Nugroho, Sastrawan

“Mashdar Zainal meramu gejolak keluarga bersama gejala alam, peristiwa yang sangat dekat dengan pembaca dan disampaikan dengan bahasa yang lugas, memikat, dan penuh makna.” —Eko Triono, Cerpenis

 

PENULIS

Mashdar Zainal,lahir di Madiun, 5 Juni 1984. Pengagum pohon dan rempah-rempah. Penyuka cat air dan penggila film. Ia aktif menulis mulai tahun 2009. Buku terbarunya, Lumpur Tuhan, merupakan pemenang Sayembara Sastra Dewan Kesenian Jawa Timur 2017. Beberapa tulisannya juga tergabung dalam antologi bersama dan pemenang lomba. Beberapa kali cerpennya masuk ke Kumpulan Cerpen Terbaik Kompas.

Cerpennya juga tepercik di beberapa Media lokal dan nasional, seperti Kompas, Jawa Pos, Koran Tempo, Republika, Suara Merdeka, Suara Pembaruan, Suara Karya, Sindo, Majalah Horison, Majalah Femina, Majalah Esquire, Tabloid Nova, Sinar Harapan, Annida, Jurnal Nasional, Kedaulatan Rakyat, Pikiran Rakyat, Tribun Jabar, Majalah Sabily, Radar Surabaya, Radar Malang, dan lain-lain.

Penulis bermukim di Kota Apel, Malang. Sehari-hari mengajar SD, dan keranjingan menanam bunga serta sayur-mayur di halaman rumahnya yang cuma lima kali lima meter. Bagi yang ingin berbagi ilmu, saran, dan kritik, bisa mengunjungi halamannya di www.mashdarzainal.blogspot.com, atau lewat email mashdar.zainal@yahoo.co.id,atau boleh juga mention di twitter @mashdarzainal, atau ikuti IG: mashdarzainal.