![]() Tampilkan Gambar Lebih Besar |
1177 SM: Keruntuhan dan Titik Balik Peradaban dalam Sejarah Kuno |
|
|
Harga:
Rp 130.000,00
|
||
| Klik disini jika ada yg ingin ditanyakan | ||
DATA BUKU Judul: 1177 SM: Keruntuhan dan Titik Balik Peradaban dalam Sejarah Kuno Penulis: Eric H. Cline Genre: Sejarah Penerbit: Alvabet Cetakan: I, Maret 2026 Ukuran: 15 x 23 cm Tebal: 392 halaman (2,1 cm) Berat: 400 gr ISBN: 978-623-220-233-7 Harga: Rp. 130.000
SINOPSIS Setelah berabad-abad gemilang, dunia beradab Zaman Perunggu berakhir secara tiba-tiba dan dahsyat. Kerajaan-kerajaan runtuh seperti domino hanya dalam beberapa dekade. Tak ada lagi bangsa Minos atau Mycenaean. Tak ada lagi bangsa Troya, Het, atau Babylonia. Perekonomian dan budaya yang berkembang pesat pada akhir milenium kedua SM, yang membentang dari Yunani hingga Mesir dan Mesopotamia, tiba-tiba lenyap, begitu pula sistem penulisan, teknologi, dan arsitektur monumental. Dalam buku ini, Eric Cline menceritakan kisah mencekam tentang akhir zaman perunggu yang kemudian runtuh disebabkan oleh berbagai kegagalan yang saling terkait, mulai dari invasi dan pemberontakan hingga gempa bumi, kekeringan, dan pemutusan jalur perdagangan internasional. Dengan menghidupkan kembali dunia multikultural yang dinamis dari peradaban-peradaban besar ini, ia menggambarkan panorama luas kekaisaran dan masyarakat global pada masa itu dan menunjukkan bahwa saling ketergantungan di antara merekalah yang mempercepat keruntuhan dramatis tersebut. Dengan kombinasi narasi dan kajian terbaru yang memikat, buku ini memberikan pencerahan baru pada ikatan kompleks yang melahirkan, dan akhirnya menghancurkan, peradaban-peradaban yang berkembang pesat pada Zaman Perunggu Akhir—dan yang menjadi landasan bagi kemunculan Yunani klasik. *** “Hal yang mengesankan dari buku Cline adalah gambaran masa lalu yang sangat jauh terasa begitu familiar... zaman itu adalah masa yang terglobalisasi dan sekosmopolitan seperti masa mana pun dalam sejarah, meskipun dalam lingkup kosmos yang lebih kecil. Tingkat saling keterhubungan dan pertukaran budaya sungguh mencengangkan". —Adam Gopnik, New Yorker “Buku ini telah direkomendasikan kepada saya oleh begitu banyak orang selama bertahun-tahun. Akhirnya saya membacanya. Luar biasa". —Matthew Yglesias, New York Times
PENULIS Eric H. Cline (lahir 1 September 1960) adalah seorang penulis, sejarawan, arkeolog, dan profesor sejarah serta arkeologi Amerika di George Washington University (GWU) di Washington, D.C., tempat ia menjabat sebagai Profesor Ilmu Klasik dan Antropologi serta mantan Ketua Departemen Bahasa dan Peradaban Klasik dan Timur Dekat, dan Direktur Institut Arkeologi Capitol GWU. Ia juga menjabat sebagai co-editor Bulletin of the American Schools of Oriental Research dari tahun 2014 hingga 2020. Cline adalah seorang arkeolog lapangan aktif dengan lebih dari 30 musim pengalaman penggalian dan survei di Israel, Mesir, Yordania, Siprus, Yunani, Kreta, dan Amerika Serikat, termasuk sepuluh musim di situs Megiddo (Armageddon dalam Alkitab) di Israel, tempat ia pensiun setelah menjabat sebagai co-director. Saat ini, ia bersama Assaf Yasur-Landau dari University of Haifa, menjadi direktur bersama penggalian lanjutan di Tel Kabri, Israel, yang telah dilakukan sejak tahun 2005. Penemuan-penemuan yang dilakukan oleh Cline dan timnya termasuk gudang anggur tertua di Timur Dekat. Cline adalah penulis dan editor lebih dari 20 buku. Banyak karya yang telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 19 bahasa. Buku-bukunya antara lain: Sailing the Wine-Dark Sea, The Aegean and the Orient in the Second Millennium, The Battles of Armageddon, Jerusalem Besieged, The Ancient Egyptian World, The Oxford Handbook of the Bronze Age Aegean, Digging for Troy, The Trojan War, Three Stones Make a Wall, Digging Up Armageddon, 1177 SM (buku yang sedang di tanggan pembaca), dan After 1177 B.C. |
||
|
|
||
You are here









