You are here Shop Alvabet Ekonomi/Bisnis The Extreme Future
PDFCetakE-mail
The Drama of the Gifted ChildThe Face Thief

The Extreme Future
Tampilkan Gambar Lebih Besar


The Extreme Future

Harga: Rp 79.900,00

Klik disini jika ada yg ingin ditanyakan

BELI ONLINE

DATA BUKU

Judul                : THE EXTREME FUTURE
10 Tren Utama yang Membentuk Ulang Dunia 20 Tahun ke Depan
Penulis            : James Canton, Ph.D. (CEO and Chairman, Institute for Global Futures)
Genre              : Bisnis/ekonomi
Penerjemah     : Inyiak Ridwan Muzir
Editor              : Ade Fakih Kurniawan
Cetakan           : I, Januari 2009
Ukuran            : 13 x 20 cm
Tebal               :  480 halaman
ISBN               : 978-979-3064-72-7
Harga              : Rp. 79.900,-

 

* * * * *

Masa depan baru yang benar-benar radikal tengah hadir, sebuah Masa Depan Ekstrem. Temukanlah sepuluh kecenderungan utama yang akan memengaruhi dunia bisnis dan individu dalam 20 tahun ke depan.

Dalam sepuluh kecenderungan utama itu, Dr. James Canton—seorang futuris global terkemuka—mengingatkan perusahaan yang tergabung dalam Fortune 1000 dan pemerintahan internasional akan ramalan global. Ia menemukan tren-tren yang akan menciptakan ancaman sekaligus peluang di masa depan, antara lain:

  • Strategi bisnis yang harus diterapkan untuk unggul dalam kompetisi.
  • Beragam inovasi yang akan mengubah wajah ekonomi global.
  • Tren energi dan perubahan iklim yang akan membentuk ulang planet ini.
  • Terobosan ilmu kedokteran yang akan memperpanjang masa hidup.
  • Persaingan global yang akan terjadi menyusul kebangkitan China.

Merunut pada Future Shock, Megatrends, dan The Tipping Point, The Extreme Future adalah buku pedoman mengenai tren-tren utama untuk melayari abad ini. Jika Anda ingin mengetahui yang bakal terjadi kelak, bacalah buku ini!

* * * * *

“Buku ini layak Anda baca, jika Anda benar-benar peduli dengan masa depan.”—Patricia Aburdene, penulis Megatrends 2010

“Canton telah bekerja keras mengidentifikasi tren-tren utama yang akan menentukan masa depan Anda. Jika Anda ingin bersiap-siap menghadapi Masa Depan Ekstrem, bacalah buku ini.”—Rudy Burger, CEO & Chairman, US Development Partners.

“Saran-saran optimistik Canton demi masa depan global yang cerah memberi perubahan segar bagi laporan-laporan yang kerapkali murung di dunia ini. Kecerdasan, kejujuran dan kesabarannya yang biasa ditemui dalam setiap presentasinya di berbagai belahan dunia dapat pula dijumpai dalam uraian buku ini."—Barbara A. Propes, Presiden World Affairs Council of America

“Buku ini adalah panduan utama menuju masa depan. Sangat inspiratif, tanpa tedeng aling-aling, dan punya pandangan jelas ihwal masa depan yang menakjubkan dan mengejutkan yang sedang mendekati kita begitu cepat. Buku ini sangat penting dibaca untuk memahami dampak revolusionernya bagi bisnis dan lain-lain.”—Toby Redshaw, Wakil Presiden I.D.E.A.S., Motorola

* * * * *

Normal 0 MicrosoftInternetExplorer4

SEPULUH KECENDERUNGAN UTAMA

MASA DEPAN EKSTREM

 

 

 

1. Menyalakan Masa Depan—Krisis energi, masa depan pasca-minyak, dan masa depan energi alternatif seperti hidrogen. Peran penting yang akan dimainkan energi-energi alternatif ini dalam setiap aspek kehidupan manusia di abad ke-21.

2. Inovasi Ekonomi—Perubahan ekonomi global akibat konvergensi per­dagangan bebas, teknologi dan demokrasi, lapangan kerja baru, pasar baru, globalisasi, kompetisi, perdamaian dan keamanan. Empat Sarana Kekuasa­an dari kemunculan Inovasi Ekonomi ini adalah Nano-Bio-IT-Neuro.

3. Kekuatan Buruh Masa Depan—Bagaimana kekuatan buruh di Amerika Serikat semakin bersifat multikultural, lebih banyak kaum perempuan dan lebih didominasi bangsa Spanyol (Hispanic). Mengapa kekuatan buruh masa depan harus melibatkan inovasi agar bisa bersaing di tingkat global.

4. Memperpanjang Usia dalam Ilmu Kedokteran—Kekuatan kunci yang akan benar-benar mengubah dunia kedokteran, seperti nanotech, neuotech dan genomics, akan melahirkan kehidupan yang lebih panjang dan lebih sehat.

5. Sains Aneh—Bagaimana masa depan sains dapat mengubah setiap aspek kehidupan, kebudayaan, dan ekonomi umat manusia—dari tele­portasi, nanobiologi hingga serba-serbi alam semesta.

6. Mengamankan Masa Depan—Ancaman paling berbahaya terhadap kebebasan dan kehidupan kita, mulai dari kriminalitas, terorisme hingga kontrol pikiran. Semua itu menjadi penegas panorama risiko yang akan dialami di abad ke-21.

7. Masa Depan Globalisasi: Benturan Kebudayaan—Realitas-realitas baru yang muncul akibat perdagangan dan kompetisi global; kebangkitan China dan India; benturan kebudayaan dan nilai; serta pertarungan ideologi dalam memperebutkan masa depan.

8. Masa Depan Perubahan Iklim—Bagaimana lingkungan mengalami per­ubahan dan bagaimana cara kita mempersiapkan diri menghadapi pemanasan global, polusi dan ancaman-ancaman lain terhadap kesehatan. Bagaimana kita harus melakukan perubahan.

9. Masa Depan Individu—Memetakan ancaman-ancaman teknologi, pe­merintahan, serta ideologi-ideologi yang bertempur demi hak asasi, kemerdekaan, dan kebebasan individu di abad ke-21.

10. Masa Depan Amerika dan China—Bagaimana nasib kedua bangsa besar ini—dari kapitalisme menuju demokrasi hingga inovasi dan ke­amanan—akan membentuk masa depan.

 

 

* * * * *

P E N D A H U L U A N

Gedung Putih

 

Suatu hari di musim semi yang hangat, Juni 2002, saya melangkah menuju Gedung Putih dengan perasaan campur aduk, harap-harap cemas. Saya diundang bersama beberapa orang CEO dari IBM, AT&T dan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat lainnya untuk bertemu Presiden George W. Bush dan kabinetnya untuk membicarakan tantangan-tantangan besar zaman kita: Bagaimana kita memikirkan masa depan dengan cara berbeda?

Pertanyaan inilah yang menggelayut di benak warga Amerika selama sembilan bulan sebelumnya. Serangan 9/11 telah meluluhlantakkan tak hanya kehidupan para korban yang tewas akibat ulah para teroris, tapi juga telah mengubah cara Amerika memandang masa depan karena serangan itu memperkenalkan ketidakpastian dan ketakutan ke dalam kebudayaan kita untuk pertama kalinya selama beberapa generasi. Serangan mematikan terhadap simbol-simbol ekonomi dan militer Amerika itu barangkali memperlihatkan secara gamblang kerapuhan kita dan memorak-porandakan realitas. Optimisme yang nyaris tak terbatas tentang masa depan, yang begitu penting dalam sikap mentalorang Amerika, telah dirusak pada hari itu bersamaan dengan hancurnya Menara World Trade Center dan Gedung Pentagon. Namun kita patut bersyukur, karena toh kita masih hidup.

Ketika melewati bagian keamanan dan masuk ke bagian belakang Ruangan Oval, saya dapat merasakan getar kecemasan dalam ruangan itu. Sebelumnya, saya diminta menyiapkan masukan-masukan singkat untuk Presiden dan para penasihat­nya. Dan saya memang sudah menyiapkannya. Karena mereka sudah mengetahui sudut pandang saya, sekarang giliran saya mendengar sudut pandang mereka. Saya memandang ke seputar ruangan dan melihat lambang kantor kepresidenan berwarna biru dan kuning emas, lengkap dengan elang gundul yang bertengger gagah. Begitulah, podium sudah disiapkan untuk saya.

Dari yang disampaikan secara bergantian oleh menteri-menteri kabinet tentang pendapat dan solusi mereka terhadap masalah-masalah yang terjadi di bidang pendidikan, energi, keamanan dan layanan kesehatan, jelas terlihat suatu perubahan sedang berlangsung. Mereka mengemukakan kelemahan kinerja database komputer, minimnya tenaga ahli untuk mengawasi pasokan pangan nasional, bertumpuknya masalah keamanan dan tugas-tugas yang mesti dilaksanakan untuk melindungi bangsa Amerika. Ruangan itu seakan diimpit oleh perasaan tertekan yang muncul dari pengalaman yang jarang terdengar dan dialami dalam pembicaraan-pembicaraan biasa di ruang-ruang penentu kebijakan itu. Para pemimpin Amerika, seperti halnya rakyat Amerika sendiri, mulai menyadari keadaan sudah berubah. Segala sesuatu menjadi lain setelah serangan 9/11. Di sini muncul masa depan baru yang begitu kompleks—Masa Depan Ekstrem berupa bencana, risiko, ancaman, dan mungkin juga kesempatan-kesempatan baru—yang tak seorang pun, bahkan para pemimpin kita sekalipun, bisa benar-benar memahaminya.

Kemudian pintu ruangan itu terbuka dan masuklah Presiden Bush. Kata yang terlontar dari mulutnya mengagetkan saya: “Kita sadar, kita tak punya jawaban untuk seluruh masalah ini,” katanya pada kami. “Kita memerlukan bantuan Anda semua dalam menyiapkan bangsa ini menyongsong masa depannya.” Beberapa di antara kami yang ada di ruang itu memang sudah dipersiapkan menerima permintaan Presiden Amerika Serikat dengan cara yang tanpa tedeng aling-aling seperti ini. Pada momen itu, kesadaran saya perihal tantangan-tantangan yang tengah dihadapi bangsa Amerika dan dunia pada umumnya, yang akan menghadang kita di masa depan, menginspirasi saya untuk menulis buku ini.

Saya semakin sadar, saat ini kita belum cukup sigap untuk bergerak melakukan perubahan-perubahan penting dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Hal ini barangkali disebabkan oleh bayang-bayang perubahan di masa depan yang tidak bisa ditangkap dan dipahami dengan baik oleh kemampuan para pemimpin kita yang duduk di pemerintahan. Kita harus bergerak cepat dan sigap dalam menghindari risiko, dan pada saat yang sama, memanfaatkan setiap peluang.

Harapan saya, buku ini akan mendorong lahirnya pemahaman baru tentang masa depan, memancing perdebatan yang produktif dan syukur-syukur bisa memicu terjadinya tindakan konkret dalam rangka mewujudkan masa depan yang dicita-citakan. Saya ingin menantang Anda, para pembaca, untuk melihat masa depan sebagai peristiwa yang bisa dirancang dan bisa dicampurtangani oleh seseorang. Pencegahan krisis-krisis yang akan terjadi di masa depan—mulai dari kemiskinan hingga perangmemerlukan ide-ide segar yang sejauh ini belum lahir. Suatu cara pikir baru yang akan menemukan jalan keluar yang amat diperlukan, jika kita memang ingin menghindari risiko-risiko yang bakal muncul di Masa Depan Ekstrem.

Perjalanan saya ke Gedung Putih pada 2002 itu telah mengingatkan saya, bagaimanapun juga akan selalu ada ruang tersendiri bagi kemunculan visi-visi baru tentang masa depan. Selain itu, penemuan jalan keluar bagi tantangan-tantangan global yang tengah mengancam kita amatlah diperlukan. Adapun kecenderungan-kecenderungan yang disampaikan dalam buku ini selalu dibarengi harapan, bukan kekhawatiran. Kita harus berusaha keras merancang masa depan yang kita inginkan.

 

James Canton, Ph.D.
San Francisco
Institute for Global Futures
www.globalfuturist.com

 

* * * * *

James Canton, Ph.D. seorang futuris global, ilmuwan sosial, pembicara utama, penulis, dan penasihat masa depan bisnis yang amat terkenal. Dr. Canton menjabat CEO dan Ketua Institute for Global Futures, sebuah lembaga think tank yang dia dirikan pada 1990, dan telah memperkirakan tren-tren yang bakal terjadi tiga puluh tahun ke depan. Dosen senior pada Center for Research and Innovation, Kellogg School of Management, ini juga menjadi penasihat Global Fortune 1000 mengenai tren-tren dalam inovasi, layanan keuangan, kesehatan, ilmu-ilmu perihal kehidupan, energi, keamanan, kekuatan buruh, perubahan iklim, dan globalisasi, serta penasihat di tiga bagian administrasi Gedung Putih. Anggota Visionary Advisory Board perusahaan Motorola ini kerap menjadi narasumber di media internasional seperti CNN, CNBC, Fox, PBS, ABC, The Wall Street Journal, dan The New York Times.