You are here Shop Alifia Books Haji Tamatu (Haji Tangi Mangan Turu)
PDFCetakE-mail
Gus Dur Menertawakan NUHidup Seimbang Hidup Bahagia

Haji Tamatu (Haji Tangi Mangan Turu)
Tampilkan Gambar Lebih Besar


Haji Tamatu (Haji Tangi Mangan Turu)

Harga: Rp 25.000,00

Klik disini jika ada yg ingin ditanyakan

BELI ONLINE

DATA BUKU

Judul: Haji Tamatu: Haji Tangi Mangan Turu
Penulis: Sukendra Martha
Editor : A. Fathoni
Genre: Humor Islam
Cetakan: I, September 2009
Ukuran: 11,5 x 18 cm
Tebal: xxii + 106 halaman
ISBN: 978-979-99803-5-9
Harga: Rp. 25.000,-

 

SINOPSIS:

Haji Tamatu adalah buku yang menyuguhkan “wajah” lain dunia haji Tanah Air. Ditulis dengan gaya humor yang cerdas, kocak, ringan, dan asyik dibaca, buku ini bagai mata air informasi yang menyegarkan dahaga carut-marut perhajian. Tidak hanya sarat banyolan dan plesetan, tapi juga kaya sindiran dan kritik—tentu dengan bahasa yang tetap jenaka dan sederhana.

Didasarkan pada pengalaman pribadi penulisnya sewaktu menjalani ibadah haji ONH biasa, buku ini memuat 99 catatan lucu dan menggelitik tentang haji: dari peristilahan, pengelolaan, hingga pelaksanaan ibadah haji; dari menjelang keberangkatan para jamaah menuju Tanah Suci hingga saat mereka hendak kembali ke Tanah Air. Jika Anda kerap “emosi” melihat wajah perhajian Indonesia, buku ini perlu Anda baca, supaya Anda bisa tertawa!

 

PENULIS:

Sukendra Martha lahir di Desa Prajawinangun (dulu Srombyong), Gegesik, Cirebon, pada 12 September 1954. Aktif menulis sejak menjadi mahasiswa Geografi UGM Yogyakarta (1973-1979). Beberapa artikelnya terkait agama dan geografi, misalnya: “Peta Agama Dunia Itu: Suatu Evaluasi Kartografis“, (Arena, Majalah Mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1979) dan “Kemungkinan Kegunaan Citra Thermal Infrared (TIR) untuk Mengenal Periodisasi Aktivitas Masjid Syuhada Yogyakarta”, (Survey dan Pemetaan, Majalah Ikatan Surveyor Indonesia/ISI, 1981).

Buku yang pernah diterbitkan antara lain: Geografi Islam dan Geografiwan Muslim (LP2S Panji Wirama, Yogyakarta, 1994)—kumpulan artikel yang terbit di koran mingguan Australian Muslim Times, Sydney-Australia; dan 100 Anekdot Ubudiyah (Pustaka Pesantren LKIS, 2004).

Sewaktu belajar di University of New South Wales (UNSW), Australia, dia pernah ditunjuk sebagai Vice President—Muslim Student Association (MSA) dan pernah aktif dalam organisasi keagamaan masyarakat Indonesia di sana: Centre for Islamic Dakwah and Education (CIDE).

Kini, suami Retno Indro Estuti dan bapak tiga anak—Layung Paramesti Martha (25), Lalita Paraduhita Martha (22) dan Tawang Amuhara Martha (17)—ini masih tercatat sebagai pengajar tidak tetap pada Program Studi Pendidikan Geografi FKIS, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jakarta. Sejak 1979, dia aktif bekerja di Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL), Cibinong, Bogor.

Pernah menjalankan ibadah umroh tahun 2003 dan ibadah haji tahun 2005 dengan ONH biasa, yang menginspirasi terbitnya buku ini.