You are here Shop Alvabet Sastra/Fiksi Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan
PDFCetakE-mail
Akhlak Orang Berilmu dan Ahli QuranAl-Mahbubat

Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan
Tampilkan Gambar Lebih Besar


Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan

Harga: Rp 34.900,00

Klik disini jika ada yg ingin ditanyakan

BELI ONLINE

DATA BUKU

Judul: Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan
Penulis: Ihsan Abdul Quddus
Penerjemah: Syahid Widi Nugroho
Editor: Julie Indahrini
Genre: Novel/Fiksi
Cetakan: I, Maret 2012
Ukuran: 13 x 20 cm
Tebal: 228 halaman
ISBN: 978 602 9193 16 9

 

SINOPSIS:

Kisah tentang perempuan yang telah menggapai ambisinya. Sebagai politisi sukses, kiprahnya di parlemen dan pelbagai organisasi pergerakan perempuan menempatkan dirinya dalam lingkar elit kekuasaan. Latar belakang politik yang masih konservatif kala itu menjadikannya fenomena baru dalam isu kesadaran jender.

Tetapi, kehampaan menyelimuti kehidupan pribadinya dan hampir membuat jiwanya tercerabut. Masalah demi masalah mendera, bahkan anak  semata wayangnya yang dia anggap sebagai harta paling berharga justru lebih akrab dengan sang ibu tiri. Hingga suatu kala, ia memutuskan lari dari kehidupan pribadinya, bahkan berusaha lari dari tabiat perempuannya. Pada usia lima puluh lima tahun, ia membunuh kebahagiaannya sebagai perempuan. Ia melakukan apa saja untuk melupakan bahwa ia adalah perempuan.

Inilah novel luar biasa tentang pergulatan karir, ambisi dan cinta. Kaya muatan filsafat tetapi dikemas dalam bahasa sederhana dan mengesankan. Tuntutan kesetaraan jender yang dirajut dalam kisah pertentangan batin seorang perempuan menjadikan novel ini bukan sekadar bacaan yang menginspirasi tetapi sekaligus contoh bagi perjuangan perempuan melawan dominasi.

 

BIODATA PENULIS

Ihsan Abdul Quddus (1 Januari 1919 - 11 Januari 1990) adalah seorang penulis Mesir, novelis, serta wartawan dan editor surat kabar al-Akhbar dan al-Ahram. Dia dikenal berkat novel-novelnya yang banyak diadaptasi ke dalam film.

Sejak kecil, hobi favoritnya adalah membaca. Pada usia 11 tahun, ia mulai menulis cerita pendek dan puisi. Ayahnya, Muhammad Abdul Quddus, seorang aktor film dan teater, memotivasi dia untuk mengejar karier di bidang hukum. Ihsan lulus dari sekolah hukum pada 1942 dan bekerja sebagai pengacara. Pada awal kariernya, dia magang di firma hukum Edward Qussairi, seorang pengacara Mesir yang terkenal.

Pada 1944, Ihsan mulai menulis skenario film, cerpen, dan novel. Ia kemudian meninggalkan karier hukum untuk fokus pada karier sastra. Beberapa tahun kemudian, ia menjadi wartawan terkemuka di surat kabar al-Akhbar, tempat ia bekerja selama delapan tahun. Dia kemudian bekerja dan menjadi Editor-in-Chief di surat kabar al-Ahram. Lantaran sering mengkritik tokoh penting, dia dipenjarakan tiga kali sepanjang karier jurnalistiknya.

Ihsan menganggap perempuan sebagai simbol pengorbanan dalam masyarakat Mesir, dan karena itu ia menjadikan perempuan sebagai tema sentral dalam karya sastranya. Karya-karyanya memberikan kontribusi besar untuk membawa perubahan dalam pandangan konvensional Mesir. Dia menulis lebih dari 60 novel dan kumpulan cerita pendek. Dari novel-novelnya, lima diangkat sebagai drama, sembilan sebagai skrip serial radio, sepuluh diadaptasi sebagai miniseri televisi, dan empat puluh sembilan diadaptasi ke dalam film. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Ukraina, dan China. Ihsan turut pula mendirikan Egyptian Story Club.

Berkat novel My Blood, My Tears, dan My Smile, Ihsan menerima penghargaan pertamanya pada 1973. Dua tahun kemudian, pada 1975, ia menerima penghargaan Skenario Terbaik untuk novelnya The Bullet is Still in My Pocket. Dia mendapatkan tanda kehormatan dari mantan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser dengan Order of Merit of the First Class. Tak lama setelah kematiannya pada 1990, Presiden Mesir Hosni Mubarak menghormatinya dengan memberikan tanda Orde of the Republic of the First Class.

Berbeda dari karya sastranya, Ihsan adalah orang yang sangat konservatif. Ia dikenal berkepribadian keras serta menjadi suami dan ayah yang ketat di rumah. Setelah menderita stroke, sastrawan masyhur berdarah Mesir-Turki ini meninggal pada 1990, tepat pada bulan yang sama dengan bulan kelahirannya, Januari.