Tips Menjadi Orang Tua yang Baik

Resensi buku 30 Cara dalam 30 Hari Menyelamatkan Keluarga Anda karya Rebbeca Hagelin

Malang Post | Sabtu, 27 Februari 2016 | Muhammad Khambali


Setiap orang tua pasti ingin memiliki keluarga yang bahagia. Keberhasilan mengasuh dan mendidik anak akan menjadi kebahagiaan terbesar bagi setiap orang tua. Tetapi nyatanya itu tidak mudah. Banyak orang tua yang merasa bingung cara menjaga anak-anaknya dari masalah yang ada di rumah maupun pengaruh negatif di luar rumah. Rebecca Hagelin dalam bukunya, 30 Cara dalam 30 Hari Menyelamatkan Keluarga Anda, memuat banyak solusi praktis cara menjadi orang tua yang baik.

Dari 30 cara tersebut, resep pertama yang disarankan oleh Rebecca Hagelin: bertekat menghadapi pertarungan sehari-hari melawan budaya modern. Dalam kehidupan, para orang tua mesti menyelamatkan anak-anak dari budaya pop yang banyak memberikan pengaruh negatif. Untuk itu, orang tua perlu sekali mengajarkan nilai-nilai yang baik kepada anak-anak di rumah agar pada saat berhadapan dengan sinyal-sinyal yang membahayakan di luar rumah, mereka mampu mengenalinya serta tahu cara menangkalnya (hlm. 18).

Menurut Rebecca Hagelin, persoalan yang dihadapi oleh orang tua bukanlah dengan “anak-anak zaman sekarang,” persoalannya adalah dengan orang dewasa zaman sekarang. Orang dewasa mengoperasikan situs-situs porno, memproduksi musik yang mengandung seks, rasis dan kekerasan. Lalu situs-situs populer seperti Youtube yang diisi dengan video porno dan berbagai iklan yang berbau seks yang ditujukan kepada anak-anak.

Namun para orang tua tidak harus membangun tembok di sekeliling anak-anak sehingga menjauhkan mereka dari dunia luar. Tetapi perlu membangun kekuatan karakter dalam diri anak agar mereka tahu bagaimana mengambil keputusan yang tepat pada saat melangkah keluar rumah setiap hari menuju dunia yang penuh dengan godaan.

Untuk itu tantangannya adalah mula-mula menciptakan sebuah rumah yang nyaman bagi anak. Sebuah rumah yang membosankan dan dingin dapat membuat anak kesal. Jika rumah tidak menyenangkan, anak dan teman-teman mereka pasti tidak mau berkumpul di sana. Anak-anak dan remaja menyukai kehangatan, kasih sayang, dan kegembiraan. Namun, mereka juga ingin berada dalam lingkungan yang melindungi di mana mereka merasa aman dan memiliki batasan-batasan (hlm. 70).

Salah satunya caranya dengan menciptakan waktu bersama keluarga. Ambil contoh, kegiatan sederhana seperti makan malam keluarga. Orang tua perlu menyediakan waktu untuk anak. Jalan-jalan, melakukan permainan bersama, dan melakukan aktivitas yang melibatkan seluruh keluarga (hlm. 89).

Langkah selanjutnya adalah mengarahkan pendidikan anak. Menurut Hagelin, kebanyakan orang tua merasa nyaman menyerahkan anak-anaknya kepada orang lain untuk mendidik mereka. Banyak orang tua melepas peran sebagai penentu utama dari pendidikan anak-anak mereka. Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu di sekolah, sementara orang tua tidak tahu sama sekali apa yang diajarkan kepada anak-anak mereka.

Para orang tua perlu memastikan anaknya berada di sekolah yang tepat. Hagelin menyarankan agar orang tua perlu mengambil peran aktif di dalam  pendidikan anak. Seperti membaca buku pelajaran mereka, berinteraksi dengan para gurunya, mengajukan pertanyaan tentang bahan-bahan yang diajarkan, dan jangan pernah sekali pun beranggapan orang lain lebih tahu tentang cara mendidik anak (hlm. 156).

Langkah yang paling penting tapi juga paling sering dilalaikan para orang tua adalah menjadi teladan yang baik bagi anak-anak. Jika perbuatan kita tidak sesuai dengan ucapan, maka mereka akan mengabaikan apa yang kita katakan. Anak-anak memperhatikan interaksi kita dengan orang lain dan reaksi kita. Sebagai contoh, ketika kita menjaga bahasa yang kita gunakan, mereka pun akan melakukan hal yang sama (hlm 295).

Sebanyak 30 cara versi Rebecca Hagelin tersebut berisi kiat-kiat yang sebenarnya tidak benar-benar baru, tetapi sering luput disadari oleh para orang tua. Hagelin juga mengingatkan, meskipun buku ini terdiri dari 30 langkah untuk melindungi anak-anak, belum tentu mencakup seluruh permasalahan yang mungkin dihadapi sebuah keluarga. Hagelin menyarankan kita membuat daftar sendiri untuk mengatasinya. Karena setiap keluarga mengalami berbagai tantangan yang unik dan berbeda.

Hagelin menulis dengan bahasa yang ringan, berisi kisah-kisah pribadi sang penulis serta anekdot dari para orang tua. Buku ini memiliki judul asli 30 Ways in 30 Days to Save Your Family. Meskipun berisikan mengenai kasus yang dihadapi keluarga di Amerika, rekomendasi yang terdapat dalam buku ini cukup relevan dengan persoalan yang dihadapi para orang tua di Indonesia. Memuat banyak solusi dan strategi menyelamatkan anak-anak serta untuk memperoleh kebahagiaan keluarga.

System.String[]